MarketNews.id Alarm PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara perdagangan saham kembali bereaksi, karena ada peningkatan harga saham PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) secara kumulatif yang signifikan.
Bila mencermati pergerakan harga saham DSSA, dalam satu minggu terakhir saham ini telah naik 27,38 persen. Sedang dalam satu bulan terakhir, sudah meningkat 82 persen. Dan dalam tiga bulan sudah meroket 178 persen. BEI lakukan penghentian sementara saham DSSA untuk colling down sebagai bentuk perlindungan buat investor publik.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – emiten Grup Sinar Mas – pada perdagangan Senin, 22 Januari 2024. Lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif saham DSSA yang signifikan.
“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) pada perdagangan tanggal 22 Januari 2024,” jelas pengumuman BEI.
BEI menyatakan, penghentian sementara perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai.
Saham DSSA melejit pada perdagangan 19 Januari 2024 dengan ditutup di Rp 142.000 atau naik 5,97 persen. Dalam satu minggu terakhir saham ini naik 27,38 persen, dalam satu bulan terakhir meningkat 82,05 persen, kumulatif dalam tiga bulan terakhir melambung 178,43 persen.
Saham DSSA pada perdagangan 19 Januari 2024 juga sempat menyentuh level tertingginya sepanjang masa di Rp 144.750. Saham ini pernah menyentuh level terendahnya dalam lima tahun terakhir Rp 9.100 pada 5 Juli 2021.
Dari level terendahnya dalam lima tahun itu hingga per penutupan 19 Januari 2024, saham ini terbang 1.460 persen.
Harga DSSA di Rp 142.000 semakin mengokohkan saham ini sebagai saham dengan harga ‘termahal’ di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sementara itu, per 31 Desember 2023, pemegang saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) terdiri dari PT Sinar Mas Tunggal sebagai pengendali memiliki sebanyak 461.552.320 saham atau 59,9 persen.
Peningkatan dalam beberapa bulan terakhir ini, tentunya ikut mendongkrak pundi pundi keuangan yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali termasuk pemegang saham publik.
Suspensi yang dilakukan oleh BEI akan memberi kesempatan buat pemegang saham publik untuk ambil keputusan atas investasi pada saham DSSA.