Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Hartadinata Abadi Tbk Catat Penjualan Rp 2,12 Triliun Dengan Laba Bersih Rp70 Miliar Di Triwulan I 2023

PT Hartadinata Abadi Tbk Catat Penjualan Rp 2,12 Triliun Dengan Laba Bersih Rp70 Miliar Di Triwulan I 2023

MarketNews.id Raih Pangsa Pasar 15,58 Persen di akhir 2022, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) optimistik raih pertumbuhan pangsa pasar lebih dari 11 persen setiap tahunnya.

Terus membaik kinerja perseroan dalam tiga tahun terakhir, tidak lepas dari berbagai inovasi yang dilakukan perseroan. Mulai dari inovasi dalam teknologi dan pemasaran, HRTA juga ciptakan ekosistem omni-channel untuk menjangkau pasar yang lebih luas selain terus menambah outlet baru lintas pulau.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), melaporkan bahwa perseroan mampu meraih pertumbuhan pangsa pasar yang konsisten dalam lima tahun terakhir, dengan CAGR periode 2017-2022 sebesar 11,84 persen.

Dalam keterangan resmi HRTA yang dikirim melalui surat elektronik, permintaan dari segmen perhiasan mendominasi 60 persen dari total permintaan emas di Indonesia setiap tahunnya. Sementara itu, pada segmen emas batangan dan perhiasan kadar 99,99 persen. HRTA mencatatkan pertumbuhan pangsa pasar signifikan dari 0,23 persen di 2019 menjadi 15,64 persen pada 2022.

“Dalam lima tahun terakhir, kami telah melakukan berbagai inovasi, tidak hanya inovasi terhadap produk tetapi juga inovasi dalam hal teknologi dan pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas, salah satunya adalah dengan menciptakan ekosistem omni-channel,” kata Direktur Utama, Sandra Sunanto di Bandung, Jawa Barat.

Salah satu salah inovasi produk emas dari HRTA adalah fitur keamanan BullionProtect yang diterapkan pada produk EmasKita, sebagai pionir inovasi keamanan yang menempel langsung pada emas batangan.
Selain itu, kata Sandra, HRTA juga menghadirkan produk emas kilobar EMASKU dilengkapi lembar sertifikat dengan 8 fitur keamanan, termasuk material security paper untuk menjaga keamanan produk berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan oleh assayer.

HRTA juga menciptakan ekosistem omni-channel untuk menjangkau pasar yang luas, mulai dari grosir dan toko ritel untuk jual-beli emas dan gadai, toko milik sendiri yang telah mencapai 77 gerai di Pulau Jawa dan luar pulau, seperti Lampung, Batam dan Sulawesi Selatan hingga aliansi bisnis dan kerjasama ritel dengan Matahari, Alfamart dan Ranch Market.

Sandra mengungkapkan, HRTA berencana menambah pembukaan 11 unit toko, yang menjadikan total gerai mencapai 88 toko. “Tidak hanya mengandalkan offline store, kami juga menjalin kerjasama dengan e-commerce terpercaya seperti Shopee, Tokopedia, Blibli dan Tiktok Shop.

Pada Kuartal I-2023, HRTA mencatatkan peningkatan volume produksi perhiasan emas dan emas batangan sebesar 23 persen (year-on-year) menjadi 3,36 ton. Pertumbuhan ini mendorong tingkat utilisasi mencapai 44,75 persen di Kuartal I-2023 dari 36,39 persen pada Kuartal I-2022, yang ditopang oleh kegiatan ekspor.

Pada tiga bulan pertama tahun ini, HRTA mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 53,84 persen (y-o-y) menjadi Rp2,12 triliun dan laba bersih tahun berjalan sebesar 37,44 persen (y-o-y) menjadi hampir Rp70 miliar.

Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan dalam emas murni pada Kuartal I-2023 sebesar 39,82 persen (y-o-y) menjadi 2,16 ton. Dari sisi profitabilitas, pada Kuartal I-2023, RoA berada di level 6,6 perse dan RoE sebesar 15,59 persen, sementara itu, DER terkelola di level 1,36x.

Manajemen HRTA menyampaikan, perseroan kembali menyepakati kerjasama untuk ekspor perhiasan emas dengan salah satu pelaku bisnis emas di India, L P Commodities Private Limited (LPCPL). HRTA ditargetkan mendapatkan tambahan penjualan sekitar 3 ton emas dari ekspor perhiasan emas berkadar 91,6 persen kepada LPCPL selama tiga bulan dimulai dari Mei 2023 dan dapat diperpanjang.

Nilai komersial atas transaksi ekspor perhiasan emas diestimasikan berkontribusi sebesar USD177,82 juta atau setara Rp2,66 triliun terhadap pendapatan konsolidasian HRTA. Kerjasama ini merupakan kelanjutan pencapaian kinerja ekspor yang sebelumnya telah dilakukan dengan Kundan Group dan Bright Gold.

Check Also

Tarif Baru AS, Ancam Ekspor Negara Di Asia. Indonesia Kena Tarif 32 Persen

MarketNews.id-Perang dagang sudah di mulai. Amerika Serikat telah menetapkan Tarif dengan negara negara mitranya. Kecuali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *