MarketNews.id Dalam rangka memperingati 25 tahun berdirinya pasar modal syariah Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan kegiatan Bandung Sharia Investor City (BaSIC) 2022 pada Sabtu 5 November 2022.
BaSIC 2022 akan diselenggarakan secara luring di The Trans Luxury Hotel Bandung dan disiarkan secara live melalui kanal YouTube Indonesia Stock Exchange dan IDX Islamic.
Penyelenggaraan BaSIC 2022 diawali dengan opening ceremony, yaitu sambutan pembukaan oleh Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, dan Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasasi. Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif selaku perwakilan Gubernur Jawa Barat juga secara resmi membuka rangkaian acara BaSIC 2022.
Dalam sambutannya Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa Bandung Sharia Investor City 2022 merupakan ajang silaturahmi bagi Investor Pasar Modal Syariah dan masyarakat umum, serta para stakeholders Pasar Modal Syariah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah.
Sementara Fadilah Kartikasasi, direktur pasar modal syariah OJK mengungkapkan, sampai saat ini pada Pasar Modal Syariah Indonesia telah terdapat 17 Anggota Bursa penyedia layanan SOTS (AB-SOTS) dan 4 Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah. Disebutkan pula bahwa berdasarkan data yang dihimpun dari AB-SOTS tersebut, dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak tahun 2017, jumlah investor syariah meningkat sebesar 392% dari 23.207 investor, menjadi 114.116 investor per September 2022.
Sedangkan Perwakilan Gubernur Jawa Barat Ferry Sofwan Arif menyampaikan, antusiasme masyarakat Jawa Barat dalam berinvestasi sesuai syariah di pasar modal juga cukup besar. Sampai dengan September 2022 terdapat 15.692 investor syariah atau telah tumbuh sebesar 142% dari 6.477 investor syariah per Januari 2019.
Dari sisi transaksi, per September 2022 (YTD) nilai transaksi saham syariah di Jawa Barat menyentuh angka lebih dari 2 Triliun Rupiah. Hal ini menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah investor saham syariah terbesar dan teraktif, diluar DKI.
Selanjutnya, penghargaan “Jawa Barat Provinsi Investor Syariah” diberikan kepada Gubernur Jawa Barat yang diwakilkan oleh Asisten Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif atas pencapaian Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah investor saham syariah terbanyak, di luar DKI Jakarta.
Tidak hanya itu, terdapat pula pemberian apresiasi bagi Anggota Bursa penyedia layanan Sharia Online Trading System (AB-SOTS) dan investor syariah pemenang IDX Islamic Challenge 2022 dengan total nilai hadiah lebih dari Rp250.000.000,00.
“Salah satu penorehan milestone baru yang bertepatan pada 25 tahun perjalanan PMS Indonesia dan nanti dapat kita saksikan bersama hari ini, BEI meluncurkan indeks saham syariah “IDX Sharia Growth”. Ujar Jeffrey.
PT Phintraco Sekuritas mendapatkan apresiasi sebagai ABSOTS dengan jumlah partisipasi peserta terbanyak. PT Phillip Sekuritas sebagai AB-SOTS jumlah peserta aktif terbanyak, PT Mandiri Sekuritas sebagai AB-SOTS dengan rata-rata nilai transaksi terbesar dan rata-rata volume transaksi terbanyak. PT FAC Sekuritas Indonesia menjadi AB-SOTS dengan rata-rata frekuensi transaksi tertinggi, serta Raifi Erando sebagai investor syariah terbaik dari PT FAC Sekuritas Indonesia pada IDX Islamic Challenge 2022.
Indeks ini mengukur kinerja harga dari 30 saham syariah yang memiliki tren pertumbuhan laba bersih dan pendapatan relatif terhadap harga dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.
IDX Sharia Growth memperkenalkan pendekatan baru untuk menjadi panduan berinvestasi atas saham syariah, yaitu dengan menggunakan strategi investasi berdasarkan faktor growth.
BaSIC 2022 diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya generasi muda, baik pemula maupun yang sudah aktif dalam berinvestasi syariah, serta menyebarkan semangat berinvestasi syariah di pasar modal Indonesia.
Selain itu, penyelenggaraan acara ini juga bertujuan untuk menjadi wadah apresiasi bagi insan pasar modal syariah di Indonesia dan memperkuat branding pasar modal syariah Indonesia, serta menyediakan sebuah forum silaturahmi stakeholders pasar modal syariah.