Marketnews.id Optimisme manajemen PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) untuk tahun 2022 ini semakin kuat setelah perusahaan berhasil secara gradual mengurangi kerugian yang dialami dalam dua tahun terakhir ini. Membaiknya perekonomian nasional dan terkendalinya pendemi diharapkan akan meningkatkan kinerja perseroan hingga 30 persen sepanjang tahun ini.
Ditopang oleh kondisi perekonomian yang makin membaik, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) berharap bisa mencatatkan pertumbuhan pendapatan double digit di tahun 2022.
Menurut Wakil Direktur Utama SHID, Ratri Sryantoro, tahun ini perusahaan mengincar kenaikan pendapatan 30% dibandingkan realisasi di tahun 2021 lalu.
“Untuk target pendapatan kami harapkan tahun ini ada peningkatan 30% dibandingkan tahun lalu, sehingga menyentuh Rp 80 miliar,” jelas Ratri seperti dikutip KONTAN , akhir pekan lalu.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang hotel dan properti, SHID mengelola hampir 4.000 kamar melalui Sahid Hotels & Resorts. Jaringan hotel SHID tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan bagian timur Indonesia.
Menurut Ratri, tingkat okupansi jaringan hotel SHID berangsur membaik pada 6 bulan sampai 9 bulan terakhir. Hal ini dicapai seiring beragam strategi dan inovasi produk baru yang SHID lakukan untuk mempertahankan bisnis di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Seiring hal tersebut, pendapatan dari portofolio bisnis yang dikelola oleh Sahid Hotels & Resorts melampaui target pendapatan di bulan Desember 2021 dengan posisi 106% dari target pendapatan atau budget revenue .
Di bulan Januari 2022, capaian kinerja portofolio bisnis Sahid Hotels & Resorts sedikit di bawah target, namun masih mendekati budget revenue yang telah ditetapkan untuk bulan Januari 2022, yakni sebesar 91% dari target.
SHIP optimistis, pasar pariwisata bisa segera pulih dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Harapan SHID, pasar pariwisata bisa rebound di semester 2 2022 – semester 1 2023 mendatang.
“Menurut kami sudah banyak pent-up demand dan keinginan turis mancanegara/domestik yang bersiap melakukan perjalanan wisata di Indonesia apabila pandemi mulai teratasi dan bertransformasi menjadi endemi yang dapat dikendalikan,” papar Ratri.
Sebagai informasi, sepanjang Januari-September 2021 lalu, SHID membukukan pendapatan Rp 51,21 miliar, naik 30,31% dibanding realisasi pendapatan Januari-September 2020 yang sebesar Rp 39,30 miliar.
Sebagian besar pendapatan SHID di sembilan bulan pertama tahun 2021 berasal dari pendapatan sewa kamar, yakni sebesar Rp 23,94 miliar. Pendapatan sisanya berasal dari pendapatan makanan minuman Rp 12,27 miliar, ruangan toko (sewa) Rp 1,56 miliar, jasa konsultan dan manajemen Rp 2,50 miliar, sewa dan service apartemen Rp 868,72 juta, dan lain-lain Rp 10,06 miliar.
Seiring kenaikan pendapatan, SHID berhasil menekan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih dari semula Rp 35,41 miliar di Januari-September 2020 menjadi Rp 23,47 miliar di Januari-September 2021.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal