Marketnews.id Hampir seluruh proyek yang sedang dikerjakan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) telah rampung dan akan menambah pendapatan perusahaan ini sepanjang tahun 2022. Seperti diketahui, saat ini ada 12 proyek masih terus berjalan dan diharapkan selesai semuanya tahun. Tentunya, dengan selesainya proyek yang sedang dikerjakan akan menambah pendapatan perseroan ke depannya.
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI), menargetkan pertumbuhan prapenjualan ( marketing sales ) sebesar 103% atau setara Rp 1,79 triliun pada tahun ini.
Beroperasinya kereta ringan ( light rail transit /LRT) Jakarta diyakini bisa memberikan nilai tambah pada proyek-proyek perusahaan.
Direktur Pemasaran ADCP Indra Syahruzza mengatakan, perusahaan memiliki sejumlah proyek yang sudah selesai dan siap dipasarkan. Proyek-proyek tersebut akan menjadi sumber marketing sales sepanjang 2022 ini.
Indra menerangkan, dari 12 proyek yang ADCP miliki, sebagian besar sudah selesai dibangun dan siap dipasarkan. Bahkan, sejumlah proyek yang dipasarkan seperti tower Accordion LRT City Jatibening, tower Sapphire Cisauk Point – Member of LRT City, dan Cluster Bhumi Anvaya Adhi City Sentul sudah terjual habis.
“Tahun ini LRT juga akan mulai beroperasi, sehingga akan menjadi nilai tambah untuk proyek-proyek perseroan. Jadi, kami optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan signifikan,” kata Indra dalam keterangan resmi.
Dia menyebut, LRT City Bekasi-Eastern Green bakal menyumbang marketing sales terbesar dengan kontribusi 18,74%, disusul Adhi City Sentul 12,61%, dan LRT City Sentul 9,55%.
Sejumlah proyek ADCP lainnya juga sudah selesai dan siap diserahterimakan pada tahun ini, antara lain tower Sapphire Cisauk Point-Member of LRT City, tower Bandoneon-LRT City Jatibening, tower Azure-LRT City Ciracas, dan Cluster Bhumi Svarga-Adhi City Sentul.
Indra menuturkan, untuk meningkatkan layanan dan menjadi daya tarik bagi konsumen, ADCP berupaya menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra, salah satunya Lotte Group yang akan menjadi salah satu tenan di komersial area LRT City Jatibening.
Selain itu, perseroan juga menjalin kerja sama dengan East Japan Railway Trading, Co. Ltd ( EJRT ) untuk knowledge sharing seputar Transit Oriented Development (TOD) yang menjadi basis konsep pengembangan hunian perusahaan.
Adapun pendorong pertumbuhan lainnya dipicu dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai 4,4%, sehingga menjadi sinyal positif bagi dunia usaha. Dengan demikian, Indra optimistis, properti tidak akan kehilangan daya beli. Termasuk, dana pihak ketiga yang juga diprediksi bertumbuh double digit.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal