Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI Ingatkan Potensi Delisting Buat Saham PT Rimo Dan PT Northcliff

BEI Ingatkan Potensi Delisting Buat Saham PT Rimo Dan PT Northcliff

Marketnews.id Dua emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini nasibnya akan terdelisting lantaran sudah 24 bulan belum memperlihatkan kinerja perbaikan signifikan atas penghentian perdagangan saham perseroan di BEI. Emiten tersebut adalah PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) dan saham PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB).

Dalam aturan bursa terbaru, manajemen PT BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat apalagi mengalami kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum terhadap kelangsungan perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperingatkan potensi delisting  saham PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) dan saham PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB).


Dalam pengumumannya, BEI menegaskan bahwa suspensi saham RIMO di pasar reguler dan pasar tunai telah mencapai 24 bulan pada tanggal 11 Februari 2022.


Pada Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan ( Delisting ) dan Pencatatan Kembali ( Relisting ) Saham di Bursa ditegaskan bahwa Bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.


Selain itu, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.


Lalu, dalam pengumuman terpisah, BEI juga menyatakan masa suspensi saham SKYB di pasar regular dan pasar tunai telah mencapai 24 bulan pada tanggal 17 Februari 2022.


Untuk diketahui, susunan pemegang saham RIMO, yakni NBS Clients 10,58%, Teddy Tjokrosapoetro 5,67%, PT Asabri (Persero) 5,25%, dan masyarakat 78,3%.
Sedangkan, susunan pemegang saham SKYB, yaitu PT Syailendra Capital 7,74%, Tres Maria Capital Ltd 15,29%, DBS Bank Ltd SG-PB Clients 9%, Reksa Dana Narada 10,48%, Ora Pro Nobis Internasional 18,37%, Erry Sulistio 7,62%, dan masyarakat 31,5%.


“Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh perseroan,” tegas BEI dalam pengumumannya.

Check Also

Bank BTN Dan SMBCI (BTPN) Sepakati Pengalihan Kredit Sebesar Rp20 Triliun

MarketNews.id-Pengalihan portofolio kredit yang dimiliki oleh PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), kepada PT Bank …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *