Home / Otoritas / Bank Indonesia / Sri Mulyani : Realisasi Pembiayaan Investasi Telah Capai Rp116,3 Triliun atau 56 Persen Dari Target APBN Rp 184,5 Triliun

Sri Mulyani : Realisasi Pembiayaan Investasi Telah Capai Rp116,3 Triliun atau 56 Persen Dari Target APBN Rp 184,5 Triliun

Marketnews.id Realisasi pembiayaan investasi tahun ini jauh lebih baik dibanding realisasi pembiayaan tahun lalu. Dari sisi jumlah yang di anggarkan APBN sebesar Rp 184,5 triliun telah tersalurkan sebesar Rp 116, 3 triliun atau 56 persen dari target. Untuk memenuhi target APBN pembiayaan investasi, di pekan terakhir Desember ini akan dicairkan anggaran yang cukup besar untuk beberapa lembaga pengelola dana.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan realisasi pembiayaan investasi telah mencapai Rp116,3 triliun sejak Januari hingga November 2021 atau melonjak 278,5 persen dari periode Januari-November 2020.


“Realisasi ini telah mencapai 56 persen dari target APBN yang sebesar Rp184,5 triliun,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember 2021 secara daring di Jakarta, Selasa, 21 Desember 2021.


Menurut dia, masih akan ada pencairan anggaran pembiayaan investasi pada akhir Desember ini dengan jumlah yang sangat besar dan akan disampaikan setelah terealisasi.


Adapun pembiayaan investasi sejak Januari-November 2021 diberikan kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP ) senilai Rp20 triliun, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia ( BPUI ) Rp20 triliun, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Rp16,62 triliun, dan Lembaga Manajemen Aset Negara ( LMAN ) Rp11,12 triliun.


“Pembiayaan investasi kepada LPDP diberikan untuk meningkatkan dana abadi, sementara BPUI untuk menangani kasus Jiwasraya,” tutur Menkeu Sri Mulyani.


Lebih jauh Sri Mulyani menjelaskan, pembiayaan investasi juga telah diberikan kepada Lembaga Pengelola Investasi senilai Rp15 triliun, PT Hutama Karya Rp6,21 triliun, PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rp5 triliun, kewajiban penjaminan Rp2,72 triliun, serta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Rp2,25 triliun.


Kemudian untuk Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Rp2 triliun, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Rp2 triliun, PT PAL Indonesia Rp1,28 triliun, PT Pelindo III Rp1,2 triliun, serta PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Rp980 miliar, serta melalui pinjaman PEN ke daerah Rp10 triliun.


Menkeu Sri Mulyani menyebutkan, pembiayaan investasi yang diberikan sebesar Rp19,715 triliun pada bulan November 2021 saja kepada LPI senilai Rp15 triliun, PIP Rp2 triliun, serta kewajiban penjaminan Rp2,72 triliun untuk penugasan pembangunan infrastruktur nasional dan dukungan penjaminan PEN dan/atau stabilitas sistem keuangan.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *