Home / Korporasi / BUMN / PT Antam Tbk Optimistik 2022 Kinerja Usaha Semakin Positif Dari Produk Nikel Dan Emas

PT Antam Tbk Optimistik 2022 Kinerja Usaha Semakin Positif Dari Produk Nikel Dan Emas

Marketnews.id Manajemen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) optimistik tahun 2022 akan jadi tahun Peningkatan Kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun ini. Untuk mencapai harapan tersebut, ANTM akan fokus pada produk nikel dan emas sebagai komoditas andalan.

Sebagai gambaran, dalam tahun ini produk nikel jadi salah satu penopang kinerja perusahaan. Segmen ferronikel mencatat penjualan senilai Rp 4,34 triliun atau 16 persen dari pendapatan bersih perseroan. Sedangkan biji nikel mencatat pendapatan senilai Rp 3,25 triliun atau 12 persen dari total pendapatan bersih ANTM.

Tahun depan, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) optimistis kinerja bakal positif didukung oleh dua komoditas andalan yakni nikel dan emas.


Menurut Sekretaris Perusahaan ANTM, Yulan Kustiyan pihaknya memang optimistis prospek bisnis nikel akan tetap positif, baik di akhir tahun ini maupun di tahun 2022 mendatang. Optimisme ini tercermin dari kinerja komoditas nikel ANTM hingga kuartal ketiga 2021.


Tahun ini, ANTM berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri dengan tetap mengedepankan aspek konservasi cadangan dan sumberdaya bijih nikel.


Sebagai gambaran, nikel menjadi salah satu penopang kinerja ANTM. Segmen feronikel mencatatkan penjualan sebesar Rp 4,34 triliun atau 16% dari total pendapatan bersih. Pendapatan dari segmen feronikel naik 33,03% dari realisasi di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,26 triliun.


Sedangkan segmen bijih nikel mencatatkan pendapatan senilai Rp 3,25 triliun atau 12% dari total pendapatan bersih ANTM. Pendapatan dari komoditas ini melejit 390,48% dari realisasi per akhir kuartal III-2020 yang hanya Rp 663,07 miliar.


Yulan juga meyakini prospek komoditas emas masih cukup menjanjikan. “Di tengah kekhawatiran atas munculnya varian baru Covid-19, emas sebagai salah satu instrumen investasi yang bersifat safe haven akan kembali menjadi pilihan masyarakat,” terang Yulan.


ANTM optimistis, melalui inovasi sistem penjualan berbasis online serta variasi produk yang ditawarkan, akan memingkatkan nilai tambah produk-produk logam mulia.


ANTM juga berfokus untuk mengoptimalkan tingkat penjualan emas, seiring dengan pertumbuhan apresiasi masyarakat untuk berinvestasi produk Logam Mulia.


Adapun penjualan produk emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih ANTM per akhir September 2021, yakni sebesar Rp 17,67 triliun atau 67% dari total pendapatan. Pendapatan dari segmen emas naik 36,11% dari penjualan emas di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,98 triliun.

Check Also

Menkue Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah : Kita Masih Aman

MarketNews.id- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan fondasi ekonomi menjadi kunci utama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *