Marketnews.id Sepanjang bulan Nopember 2021 lalu, ekspor migas alami pertumbuhan yang tertinggi hingga 29,95 persen. Tapi dari sisi nilai ekspor, industri pengolahan menyumbang devisa paling tinggi. Selanjutnya, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan alami kenaikan ekspor sebesar 4,18 persen (mtm) jadi USD430 juta. Meningkatnya jumlah ekspor juga tidak lepas dari naiknya harga komoditas di pasar global seperti batu bara, Migas dan komoditas tambang lainnya.
Kinerja ekspor menurut sektoral sepanjang November 2021 mengalami peningkatan secara keseluruhan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan ekspor secara bulanan yang terbesar terjadi pada sektor migas yang mencapai 29,95 persen menjadi USD1,33 miliar.
Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, ekspor migas pada periode ini naik dari Oktober sebesar USD1,03 miliar menjadi USD1,33 miliar (month-to-month). Hal ini tak lepas dari tren permintaan dan faktor harga yang juga mengalami perbaikan.
“Kalau dilihat dari tingginya, pertumbuhan tertinggi dari migas, tetapi kalau dilihat dari nilai ekspornya, tertinggi adalah industri pengolahan,” ujar Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Rabu, 15 Desember 2021.
Kemudian untuk sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terjadi peningkatan ekspor 4,18 persen mtom menjadi USD430 juta. Sementara dari sektor industri pengolahan meningkat 1,20 persen (m-to-m) menjadi USD16,26 miliar.
Sedangkan untuk ekspor produk tambang dan lainnya, pada periode itu melesat 6,51 persen menjadi USD4,82 miliar. Seperti diketahui, total ekspor pada November 2021 mencapai USD22,84 miliar atau tumbuh 3,69 persen.
Lebih lanjut jika dilihat dari struktur pembentuk ekspor pada November, mayoritas disumbang sektor non-migas sebesar 94,17 persen dari total ekspor. Sementara jika dilihat dari komposisinya, sektor industri memberikan andil sebesar 71,19 persen.
Kemudian untuk sektor tambang memberikan andil 21,11 persen. Selanjutnya adalah sektor migas 5,83 persen dan pertanian sebesar 1,87 persen.
“Jadi jelas terlihat bahwa pangsa terbesarnya ekspor kita adalah dari produk industri pengolahan, yakni 71,19 persen,” pungkas Margo Yuwono.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal