Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) Raih Pertumbuhan Pendapatan 8,7 Persen Jadi Rp6,4 Triliun

PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) Raih Pertumbuhan Pendapatan 8,7 Persen Jadi Rp6,4 Triliun

Marketnews.id panjang sembilan bulan pertama tahun ini, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) berhasil meningkatkan pendapatan usaha sebesar 8,7 persen menjadi Rp 6,4 triliun.

Emiten yang bergerak dibidang layanan teknologi informasi, digital, dan telekomunikasi. Selain itu, lewat anak usaha, emiten ini masuk pada bisnis pendukung kendaraan listrik dengan membentuk perusahaan patungan atau join venture.

Kinerja PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) pada triwulan III 2021 positif dengan pendapatan tumbuh sebesar 8,7 persen year on year (YoY) menjadi Rp6,4 triliun, dipacu terutama oleh ketahanan segmen agregator produk digital yang terus meningkat dengan capaian pertumbuhan sebesar 8,2 persen YoY menjadi Rp6,3 triliun.


Selain itu, top-line perseroan terangkat oleh kontribusi dari pendapatan segmen iklan cloud digital yang tumbuh sebesar 48,7 persen YoY menjadi Rp107,3 miliar.

Untuk laba kotor perusahaan dan margin laba operasi tetap kokoh di 1,3 persen dan 0,6 persen. Sementara itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan tetap di level 0,6 persen.


Selain itu profitabilitas inti perseroan tetap kokoh dengan EBITDA tumbuh 19,6 persen YoY menjadi Rp57,7 miliar. Pada kuartal ini juga terjadi perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan modal kerja yang dibuktikan dengan arus kas operasi yang meningkat dari Rp103,7 miliar menjadi Rp208,4 miliar.


“Laba bersih yang dapat diatribusikan tumbuh 823,4 persen YoY menjadi Rp164,9 miliar, didorong oleh keuntungan investasi,” demikian laporan keuangan resmi dari NFCX, Jumat, 12 Nopember 2021.


Dengan posisi kas bersih sebesar Rp161 miliar per akhir September 2021 dan jaringan yang kuat, NFCX berada di posisi yang baik untuk meningkatkan usaha energi bersih baru dan melanjutkan upaya ekspansinya.


Lebih lanjut, segmen produk & layanan energi bersih NFCX juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perusahaan. Segmen bisnis yang baru dan secara resmi dikomersialkan pada bulan Juni 2021 tumbuh 132 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dalam beberapa bulan beroperasi yang singkat, Grup telah melihat antusiasme nyata untuk produk dan layanan energi bersih dari perusahaan swasta dan publik.
“Pada Bulan Agustus 2021, Grup meraih kontrak dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk pembelian awal 77 kendaraan roda tiga listrik yang akan didistribusikan sebagai moda transportasi untuk usaha kecil menengah (UKM),” lanjutnya.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *