Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Avia Avian Tbk Siap Meraup Dana Hasil IPO Sebesar Rp5,77 Triliun Dari 6,2 miliar lembar saham

PT Avia Avian Tbk Siap Meraup Dana Hasil IPO Sebesar Rp5,77 Triliun Dari 6,2 miliar lembar saham

Marketnews.id Satu per satu emiten baru segera masuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari sekitar 28 antrian emiten baru yang akan masuk bursa tahun ini, beberapa telah melakukan pencatatan sahamnya sebagai perusahaan publik.

Hari Ini PT Avia Avian Tbk (Avian Brands) mulai menawarkan 6,2 miliar lembar saham dengan harga berkisar Rp 780-930 per saham. Saham baru yang akan dicatat ini bernilai nominal Rp 10 per lembar saham. Dan jumlah saham yang ditawarkan 10 persen dari jumlah saham yang dicatatkan.

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 6,2 miliar lembar, dengan harga penawaran berkisar Rp780-930 per unit.


Menurut Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, sebanyak 6,2 miliar saham yang akan ditawarkan ke publik tersebut bernilai nominal Rp10 per lembar atau setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.


“Harga penawaran umum saham Avian Brands sekitar Rp780-930 per saham,” ujar Oki saat Public Expose IPO Avian Brands di Jakarta, Jumat, 12 Nopember 2021.

Sehingga, melalui aksi korporasi ini, Aviand Brands akan meraup dana masyarakat berkisar Rp4,84 triliun hingga Rp5,77 triliun.


Masa penawaran umum diperkirakan berlangsung pada 1-3 Desember 2021 dan tanggal penjatahan pada 3 Desember 2021. Sehingga, pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) diharapkan bisa terlaksana pada 6 Desember 2021.

Avian Brands berharap saham perseroan bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2021.


Rencananya, kata Oki, dana hasil IPO Avian Brands–setelah dikurangi biaya-biaya emisi–akan digunakan perseroan sebagai modal kerja sebesar 54,5 persen, sedangkan 18,2 persen dari dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja anak usaha, PT Tirtakencana Tatawarna.


Sementara itu, sebesar 14 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal bagi fasilitas manufaktur ketiga di Cirebon. Sedangkan sisanya sebesar 13,3 persen untuk melunasi pokok utang perseroan kepada bank.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *