Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Kerugian PT Alam Sutera Reality Tbk (ASRI) Berkurang Jadi Rp138,9 Miliar di Kuartal III 2021

Kerugian PT Alam Sutera Reality Tbk (ASRI) Berkurang Jadi Rp138,9 Miliar di Kuartal III 2021

Marketnews.id Meningkatnya penjualan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, telah memangkas kerugian yang diderita oleh PT Alam Sutera Realty (ASRI). Selain penjualan meningkat, beban pendapatan pokok juga ikut meningkat pada perusahaan properti ini. Peningkatan penjualan perseroan diantaranya disebabkan adanya kebijakan Pemerintah yang memberikan insentif pajak buat pembelian rumah.

Selama sembilan bulan pertama 2021, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mampu membukukan pendapatan Rp1,77 triliun atau jauh lebih besar dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp1,1 triliun. Sehingga, rugi bersih ASRI per Kuartal III-2021 menurun menjadi Rp138,95 miliar.


Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Selasa, 9 Nopember 2021, pertumbuhan pendapatan ASRI selama sembilan bulan pertama 2021 tersebut menjadi penopang utama yang menekan besaran rugi bersih perseroan menjadi Rp138,95 miliar. Pada periode yang sama di 2020, jumlah rugi bersih ASRI mencapai Rp1 triliun.


Seiring dengan peningkatan jumlah pendapatan, selama sembilan bulan pertama tahun ini jumlah beban pokok pendapatan yang dicatatkan ASRI meningkat menjadi Rp855,22 miliar dari Rp599,05 miliar pada periode yang sama di 2020.


Dengan demikian, laba bruto per Kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp916,64 miliar atau lebih besar dibandingkan posisi per Kuartal III-2020 yang senilai Rp505,42 miliar.


Pada periode yang berakhir 30 September 2021, kinerja keuangan ASRI mencatatkan rugi sebelum pajak senilai Rp133,27 miliar atau jauh lebih rendah ketimbang rugi sebelum pajak di periode yang berakhir 30 September 2020.


Dengan jumlah beban pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2021 yang sebesar Rp9,28 miliar, maka rugi periode berjalan yang dicatatkan ASRI menjadi Rp142,55 miliar.

Namun, besaran rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp138,95 miliar atau jauh lebih rendah dibanding rugi bersih per Kuartal III-2020 yang mencapai Rp1 triliun.


Per 30 September 2021, total liabilitas ASRI meningkat menjadi Rp12,46 triliun dari posisi per 31 Desember 2020 yang senilai Rp11,84 triliun. Sedangkan, jumlah ekuitas per akhir Kuartal III-2021 tercatat menurun menjadi Rp9,24 triliun dari Rp9,39 triliun per akhir Desember 2020.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *