Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Raih Laba Bersih Rp 1,21 Triliun Di Kuartal III 2021

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Raih Laba Bersih Rp 1,21 Triliun Di Kuartal III 2021

Marketnews.id Persaingan dalam industri semen nasional semakin ketat. Penjualan dapat tumbuh sekitar lima persen pun sudah merupakan prestasi yang bagus bila melihat persaingan dan pembagian wilayah pemasaran.

Seperti diketahui industri semen termasuk sektor usaha yang terpukul dengan adanya pendemi Covid-19. Sepanjang tahun ini, sektor usaha semen baru dapat dikatakan mulai bangkit sejalan dengan mulai maraknya proyek infrastruktur dan menggeliatnya sektor properti dengan adanya stimulus dalam pembelian rumah menengah ke bawah.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyampaikan perolehan kinerja kuartal III-2021 dengan membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 12,7 juta ton, lebih tinggi 594,8 ribu ton atau 4,9% dari periode yang sama tahun lalu.


Khusus volume domestik produk semen tercatat sebesar 12 juta ton, lebih tinggi 328,4 ribu ton atau 2,8% secara YoY, sehingga pangsa pasar INTP mencapai 25,5% per kuartal III-2021.


Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Antonius Marcos dalam keterangan resmi yang rilis , Kamis 11, Nopember 2021 menyampaikan, Pendapatan Bersih Perseroan dilaporkan meningkat sebesar 4,5% menjadi Rp10,61 triliun, pada periode yang sama tahun 2020 tercatat yaitu Rp10,15 triliun karena volume penjualan keseluruhan yang lebih tinggi 6,9%.


Pada sisi lain Beban Pokok Pendapatan meningkat 4,5% dari Rp 6,71 triliun menjadi Rp 7,02 triliun, ini disebabkan terjadinya kenaikan volume penjualan, namun dikatakannya, Perseroan berhasil menekan kenaikan biaya produksi lebih rendah dengan adanya kenaikan volume penjualan, meskipun harga batu bara yang lebih tinggi.


“Hal ini disebabkan oleh upaya terus menerus untuk meningkatkan bahan bakar alternatif dan batu bara dengan nilai kalori rendah (LCV), serta pengoperasian kiln yang paling efisien, biaya distribusi yang lebih rendah serta efisiensi di biaya penjualan dan administrasi,” urainya Marcos.


Tingkat komposisi bahan bakar alternatif di Triwulan III/2021 meningkat menjadi 11,8% dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 9,3%, dan tingkat penggunaan batubara LCV berada pada 88% pada kuartal III-2021 dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 80%.


Lebih lanjut, persentase margin Laba Kotor dipertahankan pada 33,9% dengan kenaikan nilai Rupiah sebesar 4,5% dari Rp3,43 triliun menjadi Rp3,59 triliun.

Marjin Pendapatan Operasional meningkat 230 bps dari 11,0% menjadi 13,3% dan marjin EBITDA meningkat 250 bps dari 19,8% menjadi 22,3%.


“Perseroan mencatatkan Pendapatan Keuangan yang lebih rendah – Bersih sebesar -52,0% dari Rp235,2 miliar di kuartal III-2020 menjadi Rp112,8 miliar yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang lebih rendah dari penurunan suku bunga progresif oleh Bank Indonesia sejak tahun lalu,” imbuhnya.


Adapun Laba Periode Berjalan meningkat 8,2% menjadi Rp1,21 triliun di kuartal III-2021, meningkat dibanding periode sama tahun 2020 yang tercatat Rp1,11 triliun.


Lebih lanjut, Manajemen INTP menyebut posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas berada di angka Rp6,8 triliun per 30 September 2021. “Arus kas yang kuat yang dihasilkan dari operasi dan upaya manajemen yang gigih untuk meningkatkan modal kerja sebagai kunci untuk mempertahankan neraca Perseroan yang Tangguh,” urainya.


Menurutnya, dengan Posisi Neraca Keuangan yang kuat dan tidak adanya hutang bank, Indocement tetap tangguh selama masa pemulihan ekonomi saat ini dan dari kondisi kelebihan pasokan industri semen yang berkelanjutan, termasuk partisipasi dalam kemungkinan konsolidasi industri semen di masa depan.

Dalam kesempatan ini Manajemen INTP juga menyampaikan telah menaikan harga jual. Langkah ini dilakukan seiring harga energi yang tinggi terutama pada harga batu bara. “Untuk tahun 2021 secara keseluruhan, kami tetap positif terhadap konsumsi semen domestik yang tumbuh 4,0% hingga 4,5%. Dari sisi biaya, Indocement terus fokus pada pengendalian biaya, operasi yang efisien, dan transformasi digital di seluruh bisnis kami,” pungkas Marcos.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *