Home / Korporasi / BUMN / Tim Ekonomi Bank Mandiri Prediksikan Ekonomi RI Tumbuh 3,69 Persen Di 2021

Tim Ekonomi Bank Mandiri Prediksikan Ekonomi RI Tumbuh 3,69 Persen Di 2021

Marketnews.id Dalam situasi negara normal, pertumbuhan ekonomi mencapai 3,69 persen, untuk negara berkembang seperti Indonesia, pertumbuhan ekonomi tersebut dianggap masih rendah. Tapi buat ukuran negara yang sudah maju, pertumbuhan 3,69 merupakan angka pertumbuhan yang tinggi.

Buat Indonesia yang termasuk negara yang sedang membangun dalam situasi pendemi Covid-19 pertumbuhan 3, 69 persen termasuk pertumbuhan yang tinggi. Tim ekonomi Bank Mandiri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun akan mencapai 3,69 persen. Apa saja syaratnya agar ekonomi tetap tumbuh di tengah pendemi Covid-19 ini.

Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2021 akan mencapai 3,69 persen secara year on year. Ada enam katalisator positif pemulihan ekonomi di Semester II 2021.


“Ada enam katalisator positif dari pemulihan ekonomi di paruh kedua tahun ini selain dari penanggulangan pandemi Covid-19 yang efektif,” kata Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Andry Asmoro, dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Agustus 2021.


Pertama, permintaan komoditas dari eksternal yang didorong oleh pemulihan global yang lebih cepat. Kedua, permintaan domestik yang didorong oleh percepatan vaksinasi. Ketiga, inflasi yang relatif rendah dan stabil untuk mendukung daya beli.


Keempat, peningkatan belanja pemerintah di paruh kedua karena faktor musiman. Kelima, penerapan UU Cipta Kerja serta peran Indonesia Investment Authority dalam memperbaiki iklim investasi.


“Keenam, pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif untuk mendukung pemulihan,” tutur Andry.


Di sisi lain, risiko yang dihadapi oleh prospek pemulihan adalah mutasi virus, yang dapat dipicu juga oleh buruknya pengendalian krisis pandemi contohnya yaitu capaian vaksinasi yang tidak sesuai target.


“Terlebih, pemulihan ekonomi global yang timpang, dipimpin oleh lebih cepatnya pemulihan ekonomi negara maju yang dapat memicu capital outflow,” tambah Andry.


Secara keseluruhan, Andry menegaskan Tim Ekonom BMRI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan mencapai 3,69% secara YoY.

Dari enam indikator pendukung akan tumbuhnya ekonomi, tampaknya syarat tersebut baru tercapai separuhnya. Tiga syarat yang relatif berat adalah permintaan dari eksternal, dan permintaan lokal bila ekonomi masih lesu seperti saat ini. Dan penerapan UU Cipta Kerja yang belum semuanya dapat di implikasikan.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *