Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sepekan Perdagangan Saham Di BEI, Rata RataTransaksi Harian Turun Jadi Rp 13,9 Triliun.

Sepekan Perdagangan Saham Di BEI, Rata RataTransaksi Harian Turun Jadi Rp 13,9 Triliun.

Marketnews.id Selama sepekan Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), hampir semua indikator perdagangan mengalami penurunan. Di luar saham, emiten juga semakin aktif memanfaatkan pasar obligasi dan Sukuk sebagai instrumen untuk mencari pendanaan guna membayar utang dan penambahan modal kerja.

Selama sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau periode 16-20 Agustus 2021, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan hingga 10,88 persen menjadi Rp13,9 triliun dari Rp15,6 triliun per hari pada sepekan sebelumnya.


Berdasarkan data perdagangan di BEI yang dikutip di Jakarta, Minggu, 22 Agustus 2021, penurunan kinerja bursa saham domestik juga terjadi pada frekuensi transaksi harian, yang merosot 7,34 persen menjadi 1.458.268 transaksi per hari dari 1.573.789 transaksi per hari pada pekan sebelumnya.


Adapun rata-rata volume transaksi harian selama sepekan terakhir menyusut 3,4 persen menjadi 22,65 miliar saham dari 23,45 miliar saham per hari.
Pada perdagangan akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup 6.030 atau melorot 1,77 persen dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya, yakni 6.139. Nilai kapitalisasi pasar melemah 1,8 persen menjadi Rp7.267,79 triliun dari Rp7.400,66 triliun.


Sementara itu, pada perdagangan Jumat, 20Agustus 2021 investor asing melakukan aksi beli bersih senilai Rp156,86 miliar, sehingga total nilai beli bersih investor asing sejauh 2021 mencapai Rp20,1 triliun.


Sepanjang pekan ini, BEI menerima pencatatan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I-2021 senilai Rp1,2 triliun yang diterbitkan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang bertenor 370 Hari Kalender dengan tingkat bunga tetap 4,25 persen per tahun.


Dengan demikian, hingga akhir pekan ini jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2021 sebanyak 54 emisi dari 37 emiten senilai Rp56,53 triliun. Maka, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 469 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp423,45 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan 125 emiten.


Sementara jumlah Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI hingga akhir pekan ini sebanyak 156 seri, dengan nilai nominal Rp4.325,01 triliun dan USD400 juta. Sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sepuluh emisi senilai Rp6,2 triliun.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *