Home / Corporate Action / OJK Optimistik Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II Capai 7 Persen

OJK Optimistik Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II Capai 7 Persen

Marketnews.id Meningkatnya permintaan masyarakat dan naiknya penyaluran kredit, menjadi dasar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistik pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun ini mencapai sekitar 7 persen. Meskipun begitu, memasuki awal semester kedua, adanya PPKM Darurat dan berlevel membuat laju pertumbuhan agak tertahan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meyakini, target pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 sebesar tujuh persen (year on year/yoy) dapat tercapai, di antara penyebabnya karena meningkatnya permintaan masyarakat termasuk juga penyaluran kredit.


“Kredit yang mulai mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi di Juni 2021 sebesar 1,83 persen (year to date), sehingga prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 sebesar 7 persen dapat tercapai,” kata Wimboh dalam pernyataan tertulis mengenai rapat dewan komisioner OJK, Jakarta, Rabu.


Periode kuartal II atau April-Juni merupakan periode ketika pemerintah belum menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Darurat pada 3 Juli 2021, atau yang kemudian berganti menjadi PPKM berlevel.


Di kuartal II atau selama April, Mei dan Juni 2021, Wimboh melihat mobilitas masyarakat meningkat, yang mendorong permintaan (demand) dan menstimulus kegiatan-kegiatan ekonomi. Indikator-indikator ekonomi lainnya di paruh kedua tahun ini juga terindikasi membaik dan sesuai dengan laju pemulihan ekonomi nasional.


Namun, diakui Wimboh, ada kendala yang memperlambat laju pemulihan ekonomi ketika memasuki Juni 2021 yang disebabkan meningkatnya kasus aktif COVID-19.


“Meningkatnya kasus aktif pada Juni 2021 menahan kembali aktivitas masyarakat tercermin turunnya kenaikan aktivitas masyarakat dari 6,7 persen (Mei 2021) menjadi 5,2 persen, dapat sedikit berpengaruh terhadap prediksi semula,” ujarnya.


Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada akhir Juni 2021 mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia di kuartal II 2021 akan mengakhiri tren pertumbuhan ekonomi negatif yang terjadi sejak kuartal II 2020.


Presiden optimistis pertumbuhan ekonomi dapat menyentuh 7 persen di kuartal II 2021, setelah di kuartal I 2021, ekonomi terkontraksi hingga minus 0,74 persen.


Keyakinan Presiden karena membaiknya sejumlah indikator ekonomi seperti indeks pembelian barang untuk industri manufaktur atau purchasing manager index yang sebesar 55,3 pada Mei 2021, kemudian pergerakan positif indeks kepercayaan konsumen dan juga penjualan ritel, serta melambungnya kinerja ekspor hingga tumbuh 58 persen pada Mei 2021 atau menjadi 16,6 miliar dolar AS.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *