Home / Otoritas / Bank Indonesia / OJK Pangkas Lagi Proyeksi Pertumbuhan Kredit Jadi 6 Persen Tahun Ini

OJK Pangkas Lagi Proyeksi Pertumbuhan Kredit Jadi 6 Persen Tahun Ini

Marketnews.id Keluarnya kebijakan Pemerintah PPKM Darurat, membuat proyeksi maupun target dunia usaha berubah. Besarnya pengaruh PPKM Darurat ini, juga ikut merubah asumsi makro pemerintah dalam membuat APBN. Hal sama juga terjadi pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut merubah proyeksi pertumbuhan kredit nasional dari 7 persen menjadi 6 persen.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Darurat di Jawa Bali membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevisi proyeksi pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun ini menjadi 6% secara year on year.


“Karena ada PPKM Darurat, target pertumbuhan kredit perbankan kita revisi lagi menjadi plus minus 6%,” kata Ketua OJK, Wimboh Santoso, dalam Webinar Mid-Year Economic Outlook 2021 Bisnis Indonesia bertajuk “Prospek Ekonomi Indonesia Pasca-Stimulus dan Vaksinasi”, Selasa (6/7).


Ini bukan pertama kalinya OJK merevisi proyeksi pertumbuhan kredit perbankan nasional pada tahun ini. Sebelumnya pada 2 Juni 2021, OJK memangkas proyeksi penyaluran kredit perbankan di sepanjang tahun 2021 menjadi 7,13% YoY dari sebelumnya 7,5% YoY.


“Selain PPKM Darurat, demand kredit perbankan oleh para debitur juga belum pulih, terutama dari kalangan usaha besar. Situasi akibat pandemi membuat banyak debitur merasa belum membutuhkan modal kerja dari perbankan,” ujar Wimboh.


OJK memprediksi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional pada tahun ini mencapai plus minus 11% YoY. Menurut Wimboh, kondisi Pandemi Covid-19 membuat likuiditas tidak menjadi masalah perbankan nasional pada saat ini. “Jadi DPK masih tumbuh tinggi tahun ini,” jelas Wimboh.


Wimboh memaparkan data OJK per Mei 2021, penyaluran kredit perbankan nasional baru mencapai Rp5.514 triliun, jumlah ini turun -1,23% YoY. Sementara DPK mencapai Rp6.837 triliun, tumbuh 10,73% YoY.


Walau masih kontraksi, namun Wimboh mengklaim kontraksi pertumbuhan kredit 2021 semakin mengecil. Ia menyebut kredit konsumsi tumbuh positif. Selain itu, pertumbuhan kredit tercatat positif di segmen UMKM dan rumah tangga, namun segmen korporasi masih terkontraksi cukup dalam.


“‘Kredit baru tercatat tumbuh 6,02% YoY pada Mei 2021. Namun masih tingginya pelunasan membuat total kredit masih terkontraksi,” tutup Wimboh.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *