Home / Korporasi / BUMN / Meneg BUMN Akan Suntik Dana (PMN) Ke 12 BUMN Sebesar Rp 72,44 Triliun Tahun 2022

Meneg BUMN Akan Suntik Dana (PMN) Ke 12 BUMN Sebesar Rp 72,44 Triliun Tahun 2022

Marketnews.id Buat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki tugas khusus akan mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN). Buat tahun depan, Kementerian BUMN telah menetapkan 12 BUMN akan mendapat suntikan dana guna mendukung usaha kerja perusahaan. Buat 12 BUMN tersebut pemerintah mengusulkan ke DPR PMN sebesar Rp 74,22 triliun. BUMN mana aja yang dapat PMN ini?

Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan anggaran penyertaan modal negara (PMN) pada 2022 untuk 12 BUMN senilai total Rp72,44 triliun kepada DPR.
“Saya coba memaparkan PMN tahun 2022, seperti yang tadi disampaikan untuk penugasan 80 persen dan restrukturisasi 6,9 persen, jadi kalau kita kumulatifkan ini 87 persen adalah hal-hal yang sudah tidak bisa terelakkan,” ujar Erick .


Rincian usulan PMN sebesar Rp72,44 triliun pada 2022 tersebut adalah untuk Perumnas sebesar Rp2 triliun terkait penugasan bagi program perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jakarta dan Medan.


Kemudian, untuk PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebesar Rp1,2 triliun dalam rangka penugasan penguatan industri pangan dan peningkatan inkulsivitas petani, peternak, nelayan dan UMKM .


“RNI, ini penugasan pangan dan sekalian kita juga ingin memastikan R&D tersebut terkonsolidasi dengan baik sehingga diharapkan dapat mendukung UMKM serta memastikan kestabilan di petani dan peternak,” ujar Erick.


Usulan PMN BUMN lainnya yakni PT Hutama Karya sebesar Rp31,35 triliun terkait penugasan guna mendukung pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera.
Lalu, holding BUMN pariwisata in journey atau Aviata/PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebesar Rp9,31 triliun terkait penugasan untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata, dan infrastruktur aviasi.


Sedangkan, PT PLN diusulkan mendapatkan PMN pada 2022 sebesar Rp8,23 triliun terkait penugasan untuk program pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan dan membangun transmisi, gardu listrik, dan distribusi listrik pedesaan untuk tahun pembangunan 2021-2022.


BNI juga diusulkan mendapatkan PMN sebesar Rp7 triliun untuk pengembangan bisnis terkait dengan penguatan modal untuk meningkatkan tier 1 capital dan capital adequacy ratio (CAR).


Kemudian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam hal ini KAI- KCJB sebesar Rp4,1 triliun terkait penugasan untuk dukungan dalam rangka menjalankan program strategis nasional (PSN) kereta cepat guna menutup cost over run.


PT Waskita Karya juga diusulkan mendapatkan PMN sebesar Rp3 triliun terkait restrukturisasi dalam rangka penguatan permodalan.
Erick juga mengusulkan PMN 2022 sebesar Rp2 triliun bagi Indonesia Financial Group (IFG) terkait restrukturisasi Jiwasraya dengan PMN PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia ( BPUI ) yang sampai saat ini sudah selesai 99 persen untuk seluruh polis per 31 Mei 2021.


PT Adhi Karya juga diusulkan sebesar Rp2 triliun terkait penugasan untuk penyelesaian Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Tol Yogyakarta-Bawen dan proyek sistem penyediaan air minum ( SPAM ) Karian-Serpong.


Lalu, BTN juga diusulkan menerima PMN tahun 2022 sebesar Rp2 triliun untuk pengembangan bisnis dalam rangka penguatan modal guna meningkatkan tier I capital dan CAR.


Terakhir, Damri yang diusulkan Rp250 miliar terkait penugasan dalam rangka penyediaan armada bagi program penugasan yakni angkutan perintis, kawasan strategis pariwisata nasional, dan perkotaan melalui skema buy the service (BTS).


Dengan demikian, terdapat 12 BUMN , yang diusulkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendapatkan PMN tahun 2022 sebesar Rp72,44 triliun.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *