Home / Korporasi / BUMN / Restrukturisasi Utang Rp 70 Triliun Jadi Solusi Prioritas PT Garuda Indonesia Tbk

Restrukturisasi Utang Rp 70 Triliun Jadi Solusi Prioritas PT Garuda Indonesia Tbk

Marketnews.id Mau nya manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), restrukturisasi utang jadi pilihan yang paling diharapkan. Yang pasti kondisi saat ini, kinerja keuangan perusahaan sudah tidak mampu untuk membayar biaya operasional apalagi harus membayar utang. Untuk itu, perusahan meminta bantuan beberapa konsultan keuangan yang khusus di datangkan dari luar negeri. Harapannya, konsultan keuangan tersebut dapat memberi solusi buat manajemen sekaligus dapat menjadi mediator dengan pihak kreditur agar utangnya dapat di restrukturisasi.

Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan sejumlah rencana penyelamatan perusahaan dari kebangkrutan. Salah satu yang akan segera dilakukan adalah dengan mengurangi beban utang melalui jalur restrukturisasi.


Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra, menjelaskan bahwa beban utang perusahaan memang sangat berat saat ini. Oleh sebab itu manajemen berupaya melakukan restrukturisasi utang dengan nilai mencapai Rp70 triliun. Dia menyadari bahwa utang yang begitu besar tersebut tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah saja.
“Dan pilihan yang mesti kita ambil seperti operation structering lebih ke opsi kedua dan ketiga, opsi kedua dan ketiga itu apa? restrukturisasi. Karena utang ini tidak mungkin ditanggung oleh pemerintah semua,” kata Irfan dalam keterangannya, Senin (21/6).


Manajemen menegaskan tidak akan menyerah untuk tetap melakukan penyelamatan maskapai kebanggaan nasional tersebut. Demi memuluskan langkah restrukturisasi ini, pihaknya akan menunjuk tiga konsultan dari Amerika Serikat untuk membantu merumuskan proposal paling baik yang akan diberikan kepada para kreditur.


“Tapi ini memang opsi yang paling rasional, hitungan-hitungan kita makin mendekati keyakinan bahwa kalau kita eksekusi dengan baik, kita bisa memperoleh hasil dari para kreditur-kreditur yang hari ini sampai Rp70 triliun, termasuk di dalamnya adalah kreditur BUMN ,” pungkas dia.

Restrukturisasi utang tidak akan berhasil bila manajemen tidak melakukan pembenahan secara internal. Mulai dari efesiensi penggunaan armada hingga biaya operasional. Masalah yang dihadapi maskapai pembawa bendera negara ini tidak pernah tuntas. Padahal, setelah perusahaan ini go publik, PT Garuda Indonesia Tbk diharapkan dapat menjadi perusahaan publik yang berkinerja keuangan baik hingga pemegang sahamnya ikut menikmati laba yang diraih. Tapi faktanya, kinerja GIAA terus terbelit utang. Kini manajemen berharap kebaikan hati para kreditur agar sudi kiranya merestrukturisasi utang GIAA agar perusahaan ini tetap dapat beroperasi.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *