Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Citatah Tbk Alami Penurunan Kerugian Di Kuartal I 2021 Jadi Rp 8,95 Miliar

PT Citatah Tbk Alami Penurunan Kerugian Di Kuartal I 2021 Jadi Rp 8,95 Miliar

Marketnews.id Membaiknya perekonomian per sektor mulai terlihat dari beberapa sektor usaha yang mulai berkurang kerugiannya atau malah mampu meraih keuntungan di kuartal pertama tahun ini. PT Citatah Tbk sebagai salah satu produsen marmer dan keramik pada kuartal pertama tahun ini berhasil mengurangi kerugian yang dideritanya. Bila tahun 2020 kuartal pertama perseroan menderita kerugian hingga Rp 20,16 miliar, kuartal I tahun ini kerugian berkurang menjadi Rp 8,95 miliar. Peningkatan penjualan pada kuartal pertama tahun ini jadi faktor yang membuat kerugian perusahaan berkurang.

Pada Kuartal I-2021, PT Citatah Tbk (CTTH) mencatatkan rugi bersih senilai Rp8,95 miliar atau mengalami penurunan dibandingkan dengan Kuartal I-2020 yang mengalami rugi bersih mencapai Rp20,16 miliar.


Berdasarkan laporan keuangan CTTH yang dipublikasi di Jakarta, Senin (21/6), penurunan kerugian perseroan dipengaruhi oleh kenaikan jumlah penjualan selama tiga bulan pertama 2021 yang sebesar Rp24,68 miliar dari Rp19,04 miliar pada Kuartal I-2020.


Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan CTTH di Kuartal I-2021 tercatat meningkat menjadi Rp17,92 miliar dari Rp16,74 miliar pada Kuartal I-2020. Sehingga, laba bruto perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp6,76 miliar.


Pada Kuartal I-2021, CTTH mampu menekan beban usaha menjadi Rp8,24 miliar dari Rp10,75 miliar pada periode yang sama di 2020. Sehingga, rugi usaha perseroan pada kuartal pertama tahun ini tercatat senilai Rp1,48 miliar atau lebih rendah dibanding rugi usaha pada Kuartal I-2020 yang sebesar Rp8,45 miliar.


Sementara itu, rugi sebelum pajak yang dicatatkan CTTH di Kuartal I-2021 senilai Rp8,95 miliar atau jauh lebih rendah dibanding rugi sebelum pajak di Kuartal I-2020 yang sebesar Rp21,23 miliar. Karena pada Kuartal I-2021 perseroan tidak memiliki beban pajak penghasilan, maka rugi tahun berjalan tetap tercatat Rp8,95 miliar.


Adapun rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal I-2021 juga senilai Rp8,95 miliar atau mengalami penurunan tajam jika dibandingkan dengan jumlah rugi bersih di Kuartal I-2020 yang sebesar Rp20,16 miliar.


Per 31 Maret 2021, total liabilitas CTTH tercatat meningkat menjadi Rp467,32 miliar dari Rp463,95 miliar per 31 Desember 2020. Sedangkan, total ekuitas per akhir Maret 2021 mengalami penurunan menjadi Rp220,7 miliar dibanding posisi per akhir Desember 2020 yang sebesar Rp229,65 miliar.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *