Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sepekan Perdagangan Di BEI, Seluruh Indikator Bursa Melemah. Lanjut Hingga Akhir April?

Sepekan Perdagangan Di BEI, Seluruh Indikator Bursa Melemah. Lanjut Hingga Akhir April?

Marketnews.id Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu selama lima hari perdagangan mengalami penurunan. Semua indikator perdagangan mengalami pelemahan. Sebagian besar analis pun memprediksi pelemahan masih berlanjut hingga akhir April ini.

Pada perdagangan sepanjang pekan ini, seluruh data transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja negatif dibanding minggu sebelumnya.


“Selama periode 19-23 April 2021, pasar modal Indonesia mencatatkan data yang mayoritas berada pada zona merah,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam siaran pers Bursa yang dikutip di Jakarta, Minggu (25/4).


Dia menyebutkan, data Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tercatat melemah 1,14 persen ke level 6.016 dari posisi 6.086 pada penutupan pekan sebelumnya. Bahkan, rata-rata nilai transaksi harian melorot 11,3 persen menjadi Rp8,66 triliun dibanding pekan sebelumnya sebesar Rp9,76 triliun per hari.


Kemudian, lanjut Aji, nilai kapitalisasi pasar di BEI mengalami penurunan sebesar 1,17 persen menjadi Rp7.121,39 triliun dari Rp7.205,77 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian melemah 5,95 persen menjadi 14,77 miliar saham dari 15,7 miliar saham pada pekan sebelumnya.


Pelemahan data perdagangan yang terbesar ada pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang menyusut hingga 12,44 persen menjadi 897.876 kali transaksi, padahal sepekan sebelumnya rata-rata frekuensi transaksi masih sebanyak 1.025.495 kali per hari.


Pada perdagangan Jumat (23/4), investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp41,42 miliar, namun untuk sepanjang 2021 investor asing masih mencatatkan nilai beli bersih Rp8,9 triliun.

Sebagian besar analis berpendapat pada pekan depan pelemahan masih akan berlanjut. Secara teknikal pergerakan indeks saham masih berada dalam tren pelemahan namun terlihat rentang pelemahan mulai mendekati Support Lower Bollinger Band. Berita negatif tentang pendemi semakin membuat pasar semakin tidak pasti.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *