Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Laba Bersih PT Pakuwon Jati Tbk Anjlok 70 Persen Jadi Rp 929,92 Miliar Di 2020

Laba Bersih PT Pakuwon Jati Tbk Anjlok 70 Persen Jadi Rp 929,92 Miliar Di 2020

Marketnews.id Pendapatan yang menurun secara signifikan sepanjang tahun 2020 lalu, memangkas laba bersih PT Pakuwon Jati Tbk hingga 70 persen. Pendemi Covid-19 sebagai salah satu sebab pendapatan perseroan menurun drastis dari Rp 7,2 triliun menjadi Rp 3,98 triliun. Bagaimana perseroan mensiasati agar kinerja usaha tahun ini kembali membaik.

Sepanjang 2020, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) hanya mampu meraih pendapatan senilai Rp3,98 triliun atau mengalami penurunan tajam dibandingkan perolehan di 2019 yang mencapai Rp7,2 triliun.


Berdasarkan laporan keuangan 2020 yang dipublikasikan PWON di Jakarta, Senin (12/4), laba bersih perseroan tercatat Rp929,92 miliar atau mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan laba bersih di 2019 yang sebesar Rp2,72 triliun.


Namun demikian, PWON mampu menekan beban pokok pendapatan di sepanjang 2020 menjadi Rp2,04 triliun dari Rp3,14 triliun pada tahun sebelumnya. Maka, laba bruto perseroan pada tahun lalu tercatat Rp1,94 triliun atau jauh lebih rendah dibanding 2019 yang sebesar Rp4,06 triliun.


Sementara itu, laba sebelum pajak PWON untuk Tahun Buku 2020 tercatat senilai Rp1,15 triliun atau lebih rendah dibanding 2019 yang mencapai Rp3,27 triliun. Sedangkan beban pajak penghasilan (neto) pada tahun lalu sebesar Rp29,87 miliar atau sedikit lebih rendah dibanding 2019 yang sebesar Rp30,9 miliar.


Dengan demikian, laba tahun berjalan yang dicatatkan PWON untuk Tahun Buku 2020 menjadi senilai Rp1,12 triliun atau mengalami penurunan dibanding 2019 yang mencapai Rp3,24 triliun. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2020 senilai Rp929,92 miliar.


Per 31 Desember 2020, jumlah liabilitas PWON tercatat melonjak menjadi Rp8,86 triliun dari Rp8 triliun per 31 Desember 2019. Adapun liablitas jangka pendek hingga akhir tahun lalu tercatat Rp4,34 triliun, sedangkan liabilitas jangka panjang sebesar Rp4,52 triliun.


Hingga akhir tahun lalu, jumlah ekuitas perseroan mengalami penurunan menjadi Rp17,6 triliun dari Rp18,1 triliun per akhir 2019. Sehingga, total aset PWON per 31 Desember 2020 menjadi Rp26,46 triliun atau lebih besar dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang senilai Rp26,1 triliun.

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *