Home / Korporasi / BUMN / PT Pefindo Naikkan Rating PT Semen Indonesia Tbk Jadi idAA+

PT Pefindo Naikkan Rating PT Semen Indonesia Tbk Jadi idAA+

Marketnews.id PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), secara resmi telah menaikkan rating PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan obligasi berkelanjutan I sebesar Rp 7,08 triliun menjadi idAA+ dengan prospek stabil. Peningkatan rating ini tentunya berkaitan dengan kinerja terbaru perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per Desember 2020.


Berdasarkan keterbukaan informasi SMGR yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (3/3), Pefindo telah memutuskan untuk memberikan peringkat idAA+ kepada SMGR sebagai perusahaan maupun Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2017 dan Tahap II-2019. Sebelumnya, peringkat SMGR dan obligasinya itu berada di level idAA (Double A).


Menurut keterangan resmi Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra, keputusan menaikkan peringkat tersebut didasari oleh data dan informasi dari SMGR, serta laporan keuangan (audited) per 31 Desember 2020. Peringkat idAA+ itu berlaku selama kurun 1 Maret 2021 sampai 1 Maret 2022.


“Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, dibandingkan terhadap obligor di Indonesia lainnya,” ucap Salyadi.


Sementara itu, tanda tambah (+) yang disematkan pada rating SMGR tersebut menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan berada di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.


Namun, peringkat terhadap SMGR sebagai perusahaan tidak berlaku untuk suatu Efek Utang tertentu yang dikeluarkan perusahaan dengan brand SIG itu. Karena, peringkat tersebut tidak memperhitungkan struktur dan berbagai ketentuan (provision) dari Efek Utang, tingkat perlindungan dan posisi klaim dari pemegang Efek Utang jika emitennya mengalami likuidasi beserta legalitasnya.


Selain itu, Pefindo menjelaskan bahwa peringkat atas perusahaan tidak memperhitungkan kemampuan penjamin, pemberi asuransi atau penyedia credit enhancement lainnya yang turut mendukung suatu Efek Utang tertentu.

Check Also

OJK Minta Perbankan Percepat Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)

Marketnews.id Perlahan tapi pasti, kinerja perbankan nasional sejak hadirnya pendemi Covid-19 dua tahun lalu berangsur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *