Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Pefindo Turunkan Rating PT Panorama Sentrawisata Jadi idBB+ Dengan Outlook Credit Watch

Pefindo Turunkan Rating PT Panorama Sentrawisata Jadi idBB+ Dengan Outlook Credit Watch

Marketnews.id Buat bisnis perhotelan, pendemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Terjadinya pembatasan pergerakan manusia berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel. Bila pendemi Covid-19 masih belum dapat dikendalikan, dipastikan akan berdampak luas buat bisnis perhotelan. PT Pefindo memutuskan menurunkan rating PT Panorama Sentrawisata Tbk jadi idBB+ Dengan Outlook kredit juga direvisi menjadi Credit watch dengan implikasi negatif.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menurunkan peringkat PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) level idBB+ (Double B Plus) dan outlook kredit juga direvisi menjadi credit watch dengan implikasi negatif.

Berdasarkan keterangan resmi Pefindo yang dikutip di Jakarta, Kamis (4/3), Pefindo menurunkan peringkat PANR dan Medium-Term Notes (MTN) II-2018 Seri B menjadi idBB+ dari sebelumnya di level idBBB-. Peringkat ini berlaku selama periode 1 Maret-1 April 2021.

“Penurunan peringkat mencerminkan pandangan kami terhadap melemahnya profil bisnis dan keuangan PANR yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 berkepanjangan. Dampak ini dapat bertahan dalam jangka pendek hingga menengah,” kata analis Pefindo, Samgar Effember.

Pefindo memandang, pandemi yang menyebabkan kebijakan social distancing dan lock down hampir di seluruh negara sejak Kuartal I-2020 sangat mempengaruhi kondisi sektor pariwisata. “Kami melihat bahwa kejadian ini berdampak negatif terhadap pendapatan dan arus kas PANR dalam waktu dekat,” ucap Samgar.

Dia mengatakan, Pefindo juga merevisi prospek perusahaan menjadi credit watch dengan implikasi negatif sebagai upaya mengantisipasi peningkatan ketidakpastian terkait kesiapan PANR dalam membiayai MTN II-2018 Seri B yang akan jatuh tempo pada 2 Mei 2021 sebesar Rp100 miliar.

Lantaran leverage keuangan PANR yang tinggi serta keterbatasan aset yang belum dijadikan jaminan oleh perusahaan, sehingga dapat membatasi fleksibilitas keuangan perusahaan dalam memperoleh pendanaan eksternal untuk membiayai kembali MTN yang akan jatuh tempo.

Pefindo menilai, peringkat idBB+ mencerminkan posisi pasar PANR yang moderat di industri, bisnis yang terdiversifikasi dengan sinergi yang baik dan jaringan luas. Peringkat dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan kelemahan proteksi arus kas dan paparan terhadap kejadian yang mengganggu industri pariwisata, serta fleksibilitas keuangan PANR yang terbatas.

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *