Home / Korporasi / BUMN / PT Antam Tbk Akan Fokus Pada Pengembangan Bisnis Pelanggan Logam Mulia

PT Antam Tbk Akan Fokus Pada Pengembangan Bisnis Pelanggan Logam Mulia

Marketnews.id PT Antam Tbk, akan terus berinovasi pada logam mulia. Inovasi produk juga dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk serta mendukung pencapaian penjualan emas. Sementara untuk komoditas lainnya, perseroan konsisten untuk terus meningkatkan produksi, atau setidaknya tingkat produksi stabil.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menargetkan produksi emas tahun ini sebanyak 1,37 ton dari tambang Pongkor dan Cibaliung, sedangkan tingkat penjualan mencapai 18 ton. Tahun lalu, perseroan mencatatkan volume penjualan emas (unaudited) sebanyak 21,8 juta ton.


Demikian penuturan Sekretaris Perusahaan ANTM, Kunto Hendrapawoko dalam siaran pers Antam yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Sabtu (13/2) malam. “Pada 2021, ANTM fokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri,” ucap Kunto.


Kunto menjelaskan, konsentrasi perseroan pada penjualan di pasar dalam negeri seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas, serta pertumbuhan pemintaan emas di pasar domestik.


Lebih jauh Kunto menyebutkan, ANTM terus berinovasi pada logam mulia, seperti peluncuran produk Edisi Imlek Tahun Kerbau di Februari 2021. “Inovasi produk ini juga dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk, serta mendukung pencapaian penjualan emas,” katanya.


Sementara itu untuk komoditas feronikel, ANTM menargetkan volume produksi dan penjualan di 2021 sebanyak 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau relatif stabil dengan capaian produksi dan penjualan (unaudited) di 2020 yang masing-masing sebanyak 25.970 TNi dan 26.163 TNi.


Untuk komoditas bijih nikel, pada 2021 ANTM menargetkan total produksi sebanyak 8,44 juta wet metric ton (wmt) atau mengalami peningkatan sebesar 77 persen dibandingkan capaian produksi bijih nikel (unaudited) di 2020 sebesar 4,76 juta wmt. Produksi bijih nikel tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan mendukung penjualan kepada pelanggan domestik.


Sedangkan, total penjualan bijih nikel ANTM pada 2021 ditargetkan sebanyak 6,71 juta wmt atau bertumbuh 104 persen (year-on-year). “Peningkatan target penjualan bijih nikel tersebut seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri,” ucap Kunto.


Untuk bijih bauksit, lanjut Kunto, ANTM menargetkan produksi 2021 sebanyak 3 juta wmt atau bertumbuh 93 persen dibandingkan realisasi produksi (unaudited) pada 2020, yakni 1,55 juta wmt. Produksi bijih bauksit tersebut akan digunakan sebagai produksi alumina dan penjualan kepada pihak ketiga.


“Sedangkan untuk penjualan bijih bauksit di 2021 ditargetkan sebesar 2,73 juta wmt atau meningkat 122 persen dibandingkan realisasi penjualan (unaudited) pada 2020 yang sebanyak 1,23 juta wmt. Peningkatan penjualan bijih bauksit seiring untuk pemenuhan permintaan pelanggan,” tutur Kunto.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *