Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Sasar Penjualan USD190 Juta Di 2021

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Sasar Penjualan USD190 Juta Di 2021

Marketnews.id Status sebagai perusahaan publik memang keren. Perubahan status dari perusahaan privat jadi perusahaan publik memiliki konsekuensi tersendiri. Paling tidak sebagai perusahaan publik sudah terikat dengan transparansi yang berkaitan dengan usaha perusahaan.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk yang baru akhir tahun lalu mencatatkan sahamnya di bursa, berencana meningkatkan penjualan hingga USD190 juta di tahun ini. Publikasi rencana kerja ini merupakan salah bentuk keterbukaan atau transparansi yang dilakukan oleh perusahaan publik.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), akan memanfaatkan dana masyarakat yang diperoleh melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp75 miliar untuk membangun pabrik baru, seiring dengan upaya perseroan dalam membidik target penjualan di 2021 sebesar USD190 juta.


Menurut Direktur Utama PMMP, Martinus Soesilo, perseroan mulai membangun pabrik ke-8 di Situbondo, Jawa Timur dengan nilai investasi Rp75 miliar yang bersumber dari hasil penghimpunan dana masyarakat melalui pasar modal. “Pabrik kami yang ke-8 dimulai pembangunannya hari ini dan kami targetkan bisa beroperasi pada Juli 2021,” katanya dalam siaran pers yang dikutip di Jakarta, Kamis (7/1).


Sebagaimana diketahui, PMMP melakukan IPO pada Desember 2020 yang berhasil meraup dana publik mencapai Rp118,6 miliar. Sebesar 66,5 persen dari dana ini direncanakan untuk membangun pabrik baru dan pembelian mesin maupun fasilitas penunjang produksi. Adapun saham PMMP dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember 2020, dengan harga penawaran Rp336 per lembar.


Sejak melakukan pencatatan perdana di BEI, saat ini harga saham PMMP berada dalam tren menurun dan bahkan pada 4 Januari 2021 berada di level terendah pada posisi Rp256 per saham. Sedangkan pada hari ini harga saham perusahaan pengolahan udang ini masih berada di bawah harga IPO, yakni di level Rp312 per saham.


Lebih lanjut Martinus mengatakan, pembangunan pabrik baru di Situbondo diharapkan bisa meningkatkan volume penjualan dan menambah varian produk value added yang akan dipasarkan PMMP.


“Terkait volume dan total penjualan PMMP, pada 2020 kami memperkirakan akan bertumbuh sebesar kurang lebih 18 persen (year-on-year) didorong oleh meningkatnya demand pelaku pasar ritel di Amerika Serikat, yang merupakan fokus penjualan kami,” ujar Martinus.


Sedangkan pada 2021, menurut Martinus, PMMP menargetkan peningkatan volume penjualan menjadi 20.000 ton dan peningkatan nilai penjualan sebesar 12 persen menjadi USD190 juta. “Rencananya, pabrik baru ini akan fokus pada produk value added, sejalan dengan strategi usaha perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan produk value added,” tuturnya.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *