Home / Corporate Action / Kinerja Destinasi Utama Wisata Anjlok Di Libur Akhir Tahun 2020

Kinerja Destinasi Utama Wisata Anjlok Di Libur Akhir Tahun 2020

Marketnews.id Harapan pelaku bisnis wisata di destinasi wisata utama seperti Bali, Labuan Bajo dan Mandalika pupus setelah pemerintah menetapkan harus wajib PCR dan rapid antigen. Jumlah wisatawan drop lantaran terjadi pembatalan tiket pesawat dan hotel di daerah tujuan wisata utama liburan akhir tahun lalu.

Ketentuan wajib PCR dan rapid antigen oleh pemerintah yang disusul dengan aksi pembatalan tiket pesawat yang dilakukan oleh sebagian calon wisatawan domestik (wisdom) membuat jumlah kunjungan serta tingkat okupansi hotel di sejumlah destinasi utama anjlok selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hari Santosa Sungkari mengatakan, dampak penurunan tersebut dialami oleh sejumlah destinasi wisata, di antaranya Bali, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Dia mengatakan, sebagian hotel di Provinsi Bali tidak beroperasi pada masa liburan Nataru kemarin. Adapun, untuk sebagian hotel yang masih beroperasi tingkat okupansi hanya berkisar di level 30 persen.


“Hal yang sama juga dialami oleh tempat usaha lain, salah satunya pusat perbelanjaan. Banyak tempat usaha yang tidak beroperasi selama libur Nataru, termasuk di area wisata utama seperti Kuta,” ujar Hari kepada Bisnis.com, Minggu (3/1/2021).

Namun, dia tidak menyebutkan secara spesifik jumlah tempat usaha yang tutup di Bali selama masa liburan nataru.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jumlah kedatangan wisdom di Bandara Ngurah Rai Bali mengalami penurunan pada akhir Desember 2020.


Tingkat kedatangan paling tinggi pada masa liburan nataru terjadi pada 24 Desember, yakni 10.327 orang. Naik dari 23 Desember dengan kunjungan sebanyak 9.263. Penurunan langsung terjadi satu hari berikutnya (25/12/2020) menjadi 8.000 orang.

Menjelang masa liburan nataru sebelum dilakukan pengetatan, jumlah kunjungan di Ngurah Rai Bali tercatat lebih tinggi. Pada 13 Desember terdapat sekitar 10.000 orang dan 17 Desember sebanyak 17.000 orang. Kendati demikian, penurunan yang terjadi tidak sedrastis perkiraan awal.

Selain pesawat, terdapat sekitar 19.000 orang yang masuk ke Bali via Gilimanuk pada 24 Desember. Secara total, jumlah wisdom yang menggunakan kendaraan jalur darat yang masuk ke Bali via Gilimanuk berjumlah 75.000 orang.

Sementara itu, destinasi wisata utama lainnya, yakni Labuan Bajo dan Mandalika, mengalami nasib yang tidak lebih baik dari Bali. Hari mengatakan ada dua kendala di destinasi tersebut, yaitu harga tiket yang mahal dan minimnya amenitas.

Check Also

Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM Buat Arus Balik Idulfitri 2024

MarketNews.id Memasuki masa puncak arus balik, Pertamina Patra Niaga terus mempersiapkan diri dan memonitor ketersediaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *