Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Taco Bell Masuk Jakarta, Subtitusi Dari Beberapa Gerai KFC Yang Ditutup?

Taco Bell Masuk Jakarta, Subtitusi Dari Beberapa Gerai KFC Yang Ditutup?

Marketnews.id Bisnis makanan cepat saji apalagi franchise dari luar negeri, masih memiliki pasar yang besar khususnya di kota besar seperti Jakarta. PT Fast Food Indonesia Tbk, belum lama ini melakukan ekspansi usaha dengan membuka gerai pertama Taco Bell. Gerai ini langsung dapat respon positif dari pelanggan bahkan saat pembukaan perdana terjadi antrian. Akankan Taco Bell sukses seperti KFC di Indonesia.

Seperti diketahui, kinerja PT Fast Food Indonesia Tbk, dalam sembilan bulan terakhir masih mengalami kerugian lantaran ditutupnya beberapa gerai yang berada di pusat perbelanjaan dan tempat perlintasan orang.

Meskipun begitu, tahun depan perseroan optimis akan meraih kinerja positif dengan target penjualan mencapai Rp7 triliun.

Meskipun mengalami kerugian sepanjang tahun ini, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) tetap u melakukan ekspansi usaha membuka gerai pertama Taco Bell di Jakarta pada Jumat (18/12/202).


PT Fast Food Indonesia selaku pengelola gerai Taco Bell sebelumnya telah menyampaikan rencana pembukaan gerai pertama Taco Bell pada Desember 2020. Emiten berkode saham FAST itu menyatakan akan menunggu potensi pertumbuhan dari Taco Bell karena merek itu terbilang baru beredar di masyarakat Indonesia.

“Namun, kami tetap memiliki rencana untuk ekspansi setelah melihat performance dari gerai Taco Bell pertama tersebut,” ujar Manajemen Taco Bell dikutip melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Sabtu (19/12/2020).

Seperti diketahui, FAST merupakan emiten restoran makanan cepat saji afiliasi Grup Salim. Sebelumnya, perseroan dikenal sebagai pengelola gerai KFC di Indonesia.


Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengatakan, pada tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp240 miliar. Nilainya jauh lebih kecil dibandingkan dengan belanja modal sebesar Rp537 miliar pada 2019.

“Kami menyiapkan capex senilai Rp240 miliar tersebut dengan adanya kemungkinan tidak bisa dipakai semua, karena kami menjaga untuk cash flow supaya komitmen kami tetap berjalan dengan baik,” jelas Justinus pada Kamis (10/12/2020).

Sementara itu, FAST memperkirakan belanja modal pada 2021 tidak lebih banyak dari 2019 namun sedikit lebih besar dari tahun 2020. Jika penjualan mencapai Rp7 triliun pada tahun depan maka angka belanja modal perseroan akan berkisar Rp300 miliar – Rp350 miliar.

“Strategi kami akan lebih efisien dengan melakukan berbagai perbaikan fasilitas melalui teknologi digital,” sambung Justinus.

FAST tersebut juga akan melakukan lebih banyak investasi di bidang teknologi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada konsumen agar bisa berbelanja dengan lebih mudah.

Fasilitas drive thru juga akan lebih dimasifkan untuk diperbaiki dan menyediakan layanan yang lebih cepat dan menyenangkan serta menjaga produk-produk yang dijual masih segar. Pada 2021, FAST berharap keadaan dapat mulai pulih dengan fasilitas dine in kembali normal. 

Check Also

BEI Siap Catatkan Dua Emiten Baru Di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran 2024

MarketNews.id Awal perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 16 April 2024 akan berbarengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *