Home / Korporasi / BUMN / Fitch Rating : BUMN Karya Butuh Suntikan Modal Pemerintah

Fitch Rating : BUMN Karya Butuh Suntikan Modal Pemerintah

Marketnews.id Adanya perbedaan perlakuan Pemerintah

terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya berdampak pada kinerja keuangan perusahaan. Seperti diketahui untuk tahun anggaran 2021 mendatang anggaran proyek infrastruktur justru meningkat dari Rp 281 triliun tahun ini menjadi Rp441 triliun di 2021.

PT Fitch Ratings Indonesia memperkirakan program pengembangan infrastruktur nasional tetap menjadi prioritas pemerintah di 2021, sehingga BUMN karya mesti mendapatkan dukungan ekuitas seperti dukungan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap PT Hutama Karya (Persero).


Menurut analis Fitch Ratings Indonesia, Bob Jasper, sejauh ini terdapat perbedaan dukungan dari pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan BUMN . “Kami berharap emiten menerima dukungan pemerintah, karena peran utama mereka dalam penggerak infrastruktur negara,” ujar Bob di Jakarta, Rabu (16/12).


Lebih jauh Bob menyebutkan, perbedaan dukungan antar- BUMN itu tercermin dari peringkat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di level BB-/A- (idn) dengan outlook negatif, PT Hutama Karya (Persero) pada posisi BBB-/AA+ (idn) dengan prospek positif dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk di level CCC+ (idn).


Bob menilai, peringkat yang variatif tersebut menunjukkan adanya perbedaan dukungan dari pemerintah. “Dukungan terhadap Hutama Karya didasarkan pada pendekatan top-down. Berbeda dengan WIKA dan WSKT yang dinilai menggunakan pendekatan bottom-up,” ucapnya.


Dia mengatakan, sejauh ini Fitch memperkirakan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah pada 2021, karena pemerintah telah meningkatkan anggaran infrastruktur menjadi Rp414 triliun dari Rp281 triliun pada 2020. “Hal ini akan meningkatkan arus kas untuk BUMN karya,” ucapnya.


Dengan demikian, Bob meyakini bahwa WIKA dan WSKT membutuhkan dukungan negara yang signifikan dalam bentuk suntikan ekuitas untuk memperbaiki neraca keuangan yang lemah. “Dukungan pemerintah menjadi semakin penting di tengah lingkungan sektor yang menantang akibat kondisi pandemi Covid-19 yang telah memperburuk siklus modal kerja dan peningkatan utang,” tuturnya.

Check Also

Antisipasi Kebutuhan Idulfitri, Pertamina Tambah 7,36 Juta Tabung LPG 3 Kilo.

MarketNews.id Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, telah menambah pasokan LPG 3 kilogram …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *