Home / Korporasi / BUMN / Bank Mandiri Optimistik Kredit Tumbuh 5 Persen Di 2021

Bank Mandiri Optimistik Kredit Tumbuh 5 Persen Di 2021

Marketnews.id Secara umum, perbankan nasional masih kuat dan dapat menghadapi tekanan krisis karena pendemi Covid-19. Dukungan Pemerintah melalui perpanjangan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 akan dapat membantu dan mendukung proses pemulihan di sektor UMKM. Dari sisi perbankan, terjadi penurunan kredit, namun NPL masih rendah dan dana pihak ketiga justru meningkat hingga 11,6 persen.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) meyakini, prospek dan kinerja perbankan diperkirakan relatif lebih baik pada tahun 2021. Bank Mandiri meyakini pertumbuhan kredit pada tahun depan maksimal akan mencapai 5%.


“Hal ini sejalan dengan mulai bergeraknya sebagian aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Direktur Treasury dan Internasional Banking Bank Mandiri, Panji Irawan, dalam Paparan Economic Outlook 2021 secara virtual, Selasa (22/12).


Panji menjelaskan, perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 akan dapat membantu dan mendukung proses pemulihan pada sektor UMKM . Dari sisi perbankan, sama dengan gambaran ekonomi makronya, beberapa indikator kinerja memang terdampak signifikan.
“Namun secara keseluruhan, perbankan di Indonesia masih kuat dan dapat menghadapi tekanan krisis karena Covid-19 ini,” ujar Panji.


Kontraksi ekonomi turut tercermin pada perlambatan kredit pada berbagai sektor seperti industri pengolahan, pertanian, konstruksi, dan perdagangan. Saat ini kredit ke sektor industri pengolahan dan perdagangan menyumbangkan sekitar 50% dari total kredit.

Sehingga tidak mengherankan jika pada tahun ini permintaan akan kredit jauh lebih lambat dibandingkan tahun lalu. Sejalan dengan lemahnya permintaan domestik tersebut, pertumbuhan kredit perbankan terkontraksi sebesar -1.4% di bulan November 2020.


Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) masih tinggi, mencapai sebesar 11.6%, sejalan dengan sikap hati-hati dari pemilik dana maupun pelaku bisnis dalam melakukan ekspansi usaha. Penyumbang terbesarnya adalah dari kategori nasabah dengan nominal di atas Rp5 miliar.


“Sisi positifnya, kondisi likuiditas perbankan memang masih terjaga dengan baik ke depannya, ditopang oleh kebijakan penurunan suku bunga dan Quantitative Easing Bank Indonesia,” ucap Panji.


Dari sisi Bank Mandiri, kinerja dan neraca perusahaan masih cukup kuat di tengah pandemi. Hingga September, pertumbuhan kredit meningkat sebesar 3,8% yoy, di atas pertumbuhan industri. Rasio NPL juga masih cukup terjaga pada 3,33%yoy.

Kondisi likuiditas terjaga dengan baik dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang cukup tinggi mencapai 14,9% yoy.
“Kami perkirakan pertumbuhan kredit tahun 2020 ini mungkin akan berkisar di antara -1% hingga 0%. Pertumbuhan kredit positif mungkin baru terlihat di tahun 2021 yang kami perkirakan maksimal berada di 5%,” jelas Panji.


Lebih jauh Panji menjelaskan, Bank Mandiri juga turut berpartisipasi aktif dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hingga September, penyaluran kredit dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), telah mencapai Rp42,6 triliun.

“Bank Mandiri juga telah melakukan restrukturisasi kredit yang mencapai Rp116,4 triliun untuk menjaga keberlangsungan usaha para debitur,” tutur Panji.


Ke depan, Bank Mandiri akan menjaga pertumbuhan melalui penyaluran kredit yang selektif, mendukung penyaluran kredit dalam Program PEN serta melakukan restrukturisasi pada debitur yang terdampak pandemi Covid-19.

Selain itu, Bank Mandiri akan melakukan akselerasi Layanan Digital untuk mempermudah transaksi nasabah dan meningkatkan kenyamanan layanan perbankan termasuk pembukaan rekening secara online.


Sebagai tambahan, selain fokus pada peningkatan kinerja jangka pendek, Bank Mandiri juga fokus pada sustainabilitas kinerja dalam jangka menengah-panjang. Program prioritas untuk menjaga sustainabilitas kinerja dalam jangka panjang ini adalah terus membangun kapabilitas digital banking. Misalnya, perbaikan fitur mobile banking, kolaborasi dengan e-commerce, dan otomatisasi proses kredit ritel.


“Ke depan kami optimis kinerja Bank Mandiri akan terus membaik, didorong oleh pertumbuhan bisnis yang sehat, terus menerapkan prinsip kehati-hatian dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tutup Panji.

Check Also

Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur Selama Musim Haji 2024.

MarketNews.id- Pertamina Patra Niaga berhasil penuhi kebutuhan penerbangan haji di 13 bandara yang melayani penerbangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *