Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Sandiaga Uno : Pasar Modal Masih Jadi Alternatif Investasi Bagi Pemodal

Sandiaga Uno : Pasar Modal Masih Jadi Alternatif Investasi Bagi Pemodal

Marketnews.id Pasar modal Indonesia bisa dikatakan sudah teruji hadapi krisis. Sebelum pendemi Covid-19 mewabah, pasar modal Indonesia lebih dulu di goncang oleh “saham gorengan” yang berujung timbulnya kasus Asuransi Jiwasraya. Dan membuat kapitalisasi pasar jatuh.


Belum selesai kasus ini, pendemi Covid-19 datang dan membuat pasar kembali drop. Dua kejadian yang terjadi di awal tahun ini, sudah dapat netralisir oleh pemodal domestik ritel dan pasar modal Indonesia saat ini sudah mulai kembali mendekati normal sebelum pendemi terjadi.

Kapitalisasi harian pasar sudah mendekati Rp 9 triliun. Dari kejadian di atas, wajar bila Sandiaga Uno yakin pasar modal Indonesia sebagai salah satu pilihan investasi yang aman buat pemodal.

Pengusaha nasional Sandiaga Uno mengatakan, tren investasi di pasar modal belum berubah walau pandemi COVID-19 melanda.

Sektor energi, infrastruktur, dan perbankan masih menjadi pilihan investasi menjanjikan bagi para pelaku pasar modal ke depannya.

“Selain itu, sektor teknologi, makanan dan agrikultur akan menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi,” kata Sandi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Dalam sebuah webinar, politisi dari Partai Gerindra ini menuturkan pandemi COVID-19 secara langsung telah menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2020.

Meski begitu, ekonomi harus terus berputar, termasuk investasi dalam pasar modal guna pemulihan ekonomi.

Hanya saja, ditekankan Sandi, saham perusahaan yang sudah bertransformasi lebih awal dengan pemanfaatan teknologi digital akan lebih meningkat dibandingkan perusahaan konvensional sejenis.

“Langkah industri perbankan itu pada akhirnya akan membuat ekonomi akan lebih efisien,” ujarnya.

Sementara itu, bisnis yang akan berkembang di masa depan menurutnya adalah bisnis syariah.

Perkembangan ekonomi syariah, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat Indonesia yang didominasi umat Islam. Seperti, konsumsi makanan halal, wisata halal dan lainnya.

Sandi menegaskan pasar saham Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan besar untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pasar modal Indonesia membutuhkan perusahaan milik negara seperti PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa perusahaan teknologi bervaluasi besar, seperti Tokopedia dan Gojek untuk menjadi perusahaan terbuka.

Sebab, semakin banyak perusahaan terbuka yang melantai di BEI, portofolio investasi saham pelaku pasar akan semakin beragam.

“Pilihan akan beragam, kompetisi akan lebih sehat. Hal ini akan memacu pemulihan ekonomi bangsa,” katanya.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *