Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Saraswanti Anugrah Makmur Tbk Yakin Tahun Ini Berkinerja Positif

PT Saraswanti Anugrah Makmur Tbk Yakin Tahun Ini Berkinerja Positif

Marketnews.id Optimisme PT Saraswanti Anugrah Makmur Tbk menjalani tahun Covid-19 ini patut dicontoh perusahaan lain. Meski mengalami penurun kinerja di kuartal kedua. Perseroan yakin hingga tutup tahun akan meraih laba bersih yang signifikan.

Meski masih di tengah pendemi covid-19, PT Saraswanti Anugerah Makmur TBK (SAMF) optimistis mampu mencatatkan kinerja top line dan bottom line di paruh kedua tahun ini.


Optimisme ini berdasar pada pelonggaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) lokal di beberapa daerah serta tren harga minyak sawit mentah atau  crude palm oil  (CPO) yang membaik memasuki kuartal ketiga tahun ini.


Menurut Direktur SAMF, Dadang Suryanto, permintaan pupuk dari perusahaan perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan seiring tren harga CPO yang positif di kuartal III 2020. Hal tersebut diiringi dengan aktivitas distribusi pupuk perusahaan yang juga membaik pasca adanya pelonggaran kebijakan PSBB lokal di sejumlah daerah.


Bersamaan dengan permintaan yang meningkat dari sektor kelapa sawit, utilisasi produksi perusahaan saat ini kembali ke posisi normal di angka 80% setelah sebelumnya sempat menyusut. Apalagi, lebih dari 80% penjualan pupuk SAMF memang menyasar perkebunan kelapa sawit, sedang sisanya menyasar perusahaan-perusahaan perkebunan tanaman lainnya.


Adapun, sebelumnya kinerja SAMF sempat turun di paruh pertama. Laporan keuangan perusahaan per 30 Juni 2020 menunjukkan SAMF hanya mencatatkan penjualan sebesar Rp 623,86 miliar di paruh pertama tahun ini.


Bila dibandingkan penjualan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 641,93 miliar, realisasi penjualan SAMF di semester I 2020 turun tipis 2,81%. Realisasi penjualan yang turun turut menekan perolehan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih perusahaan.


Tercatat, laba bersih SAMF turun 14,40% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 51,73 miliar di semester I tahun lalu menjadi Rp 44,28 miliar pada semester I tahun ini.


Selain karena harga CPO yang tidak terlalu baik di kuartal II 2020, penurunan kinerja perusahaan di semester I 2020 juga disebabkan oleh aktivitas distribusi pupuk perusahaan yang terhambat oleh penerapan PSBB lokal di sejumlah daerah.


“Distribusi kami sampai ke kebun-kebun itu terganggu, sementara kita kalau enggak bisa deliver pupuknya kan jadi enggak ada invoice kan, jadi kami turunlah penjualannya,” terang Dadang seperti dikutip  KONTAN , Selasa (17/11).


Namun, kendala serupa tidak lagi dijumpai di semester kedua tahun ini. Dadang bahkan memproyeksi, perolehan kinerja yang diperoleh di semester kedua bisa menutupi penurunan kinerja perusahaan yang sempat terjadi di semester I tahun ini. Itulah sebabnya, SAMF optimis realisasi penjualan dan laba bersih perusahaan di sepanjang tahun ini akan bisa lebih baik dibanding tahun lalu.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *