Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Hingga September 2020, Laba Indocement Turun 5 Persen Jadi Rp 1,12 Triliun

Hingga September 2020, Laba Indocement Turun 5 Persen Jadi Rp 1,12 Triliun

Marketnews. Id Turunnya penjualan dan turunnya harga jual jadi salah satu sebab PT Indocement tunggal prakarsa mengalami penurunan laba bersih hingga lima persen pada kuartal ketiga tahun ini.

Penurunan kinerja ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Musim Pilkada, Tingginya curah hujan dan liburan panjang gabungan Lebaran dan Tahun baru akan membuat permintaan akan semen menurun. Hingga akhir tahun, PT Indocement memperkirakan, penjualan akan mengalami penurunan hingga 11 persen.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), memperkirakan pertumbuhan permintaan semen pada tahun depan sekitar 4-5 persen, sedangkan pertumbuhan di 2020 diproyeksikan minus 9-10 persen.


Perkiraan tersebut disampaikan manajemen INTP dalam Public Expose Indocement 2020 di Jakarta, Selasa (10/11). Dalama Paparan Public dan Press Conference yang dilangsungkan secara virtual.

Menurut Antonius Marcos, Direktur dan Sekretaris Perusahaan INTP, pertumbuhan permintaan semen di 2020 diperkirakan minus sekitar 9-10 persen, sedangkan per akhir September 2020 tercatat minus 9 persen. Beberapa faktor yang berpotensi menghambat pertumbuhan antara lain, musim hujan maraknya aksi demonstrasi menentang UU Cipta Kerja, Pilkada di Desember 2020 dan pergeseran libur Lebaran ke akhir tahun ini.


Namun, INTP menilai bahwa harga semen akan bergerak mendatar. “Hongshi telah memulai untuk mendistribusikan produknya di Jawa Timur pada September 2020 tanpa adanya gejolak harga semen yang berarti di sana, seiring dengan strategi multi-merek yang diterapkan oleh pelaku pasar di dalam negeri”.


Sementara itu, INTP memperkirakan biaya produksi tetap hampir sama, seiring dengan penurunan Indeks Pembelian Batubara dan dibarengi dengan risiko nilai tukar dolar AS yang lebih kuat terhadap rupiah. “Tahun 2021, pertumbuhan permintaan semen diperkirakan sebesar 4-5 persen,” demikian disampaikan oleh manajemen INTP.


Perkiraan terjadinya pertumbuhan positif terhadap permintaan semen itu terutama dipengaruhi oleh besaran aggaran infrastruktur untuk 2021 yang dinaikkan ke level sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, efek multiplier dari pembangunan infrastruktur akan mendorong pengembangan kawasan industri dan pabrik.


Guna mengantisipasi peningkatan permintaan semen, INTP akan meluncurkan semen instan Tiga Roda Grey Mortar, dengan target kapasitas produksi 180 ribu ton per tahun dan sumber bahan baku dari tambang dan pabrik di Citereup. Sedangkan target market dari produk ini adalah Jabodetabek dan area Jawa Barat.

Pada Kuartal III-2020, PT INTP mengalami penurunan pendapatan bersih menjadi Rp10,15 triliun dari periode yang sama di 2019 sebesar Rp11,35 triliun, sehingga laba bersih perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat menurun 5 persen (year-on-year) menjadi Rp1,12 triliun.


“Pendapatan bersih perusahaan turun 10,6 persen menjadi Rp10,15 triliun yang disebabkan oleh kombinasi volume penjualan dan harga jual rata-rata yang lebih rendah,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan INTP, Antonius Marcos di Jakarta, Selasa (10/11).


Dia menyebutkan, selama sembilan bulan pertama tahin ini INTP membukukan total volume penjualan sebesar 12,2 juta atau lebih rendah 9,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 13,5 juta ton. Dari total tersebut, volume penjualan domestik mencapai 12,1 juta ton atau menurun 9,6 persen (y-o-y).


Marcos menyampaikan, volume semen domestik tercatat 11,63 juta ton atau lebih rendah 7,7 persen, sedangkan permintaan semen domestik nasional menurun 9 persen. Sehingga, pangsa pasar INTP meningkat dari 25,7 persen pada Kuartal III-2019 menjadi 26 persen di Kuartal III-2020.



Check Also

Astra Ajak Masyarakat Aman Berkendara Hari Ini Dan Masa Depan Indonesia

¬†MarketNews.id Dalam rangka meriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-68, Astra mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan Aman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *