Home / Korporasi / BUMN / Laba BRI Syariah Meningkat 238 Persen Di Kuartal III 2020

Laba BRI Syariah Meningkat 238 Persen Di Kuartal III 2020

Marketnews.id Pertumbuhan laba maupun aset Bank BRI Syariah memang luar biasa di kuartal ketiga tahun ini. Wajar bila Pemerintah lewat Kemeneg BUMN memutuskan BRI Syariah sebagai pionir penggabungan bank syariah milik negara. Sebagai catatan, hingga kuartal ketiga tahun ini, BRI Syariah mampu meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 238 persen menjadi Rp 190,5 miliar. Asetpun meningkat 51,40 persen menjadi Rp 56 triliun.


“Ini (aplikasi i-Kurma) terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja BRIsyariah, mengingat tenaga pemasar pembiayaan dimungkinkan untuk bekerja secara efektif dan efisien di tengah adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi,” kata Dirut BRIS, Ngatari dalam keterangannya, Senin (26/10).


Selain penyaluran pembiayaan kepada pelaku UMKM , BRIsyariah juga ditunjuk menjadi salah satu bank penyalur dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga pertengahan bulan Oktober 2020 BRIS telah menyalurkan sekitar Rp449,9 miliar kepada 6.169 nasabah. Penyaluran diarahkan kepada sektor usaha produktif.


Direktur Utama BRI Syariah Ngatari menyampaikan, hingga triwulan III, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 40 triliun atau tumbuh mencapai 57,90% (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen ritel, yakni SME, mikro, dan konsumer untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.


“Peningkatan laba bersih di triwulan III-2020 didukung oleh optimalisasi fungsi intermediari yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana,” jelas Ngatari.


Secara rinci, pada kuartal III-2020, komposisi pembiayaan konsumer menjadi yang dominan dalam penyaluran pembiayaan di BRI Syariah. Pembiayaan konsumer ini menjadi salah satu fokus penyaluran pembiayaan karena memiliki risiko yang rendah.


Hal ini dikarenakan pembiayaan konsumer ini berdasarkan asset based atau kredit pemilikan rumah (KPR) dan salary based (pembiayaan multi guna). Total pembiayaan konsumer yang disalurkan BRI Syariah hingga kuartal III-2020 mencapai Rp 12,2 triliun atau tumbuh sebesar 53,77% (yoy).


Selain segmen konsumer, pembiayaan mikro BRI Syariah juga memberikan kontribusi besar terhadap total pembiayaan. Penyaluran pembiayaan mikro tercatat sebesar Rp 10,9 triliun, tumbuh sebesar 185% (yoy). Pembiayaan KUR yang masuk di segmen mikro mencatat pertumbuhan positif mencapai 95% dari target total di tahun 2020 yang sebesar Rp 4,5 triliun.
“Di September 2020, kami telah menyalurkan KUR Rp 4,3 triliun. Artinya hampir tercapai 100% dari target,” lanjut Ngatari.


Di sisi dana pihak ketiga (DPK), BRI Syariah mencatat pertumbuhan sebesar 72,7%. Dalam penghimpunan dana, perseroan fokus dalam meningkatkan dana murah (CASA). Pada triwulan III, perseroan mampu meningkatkan CASA sebesar 135% (yoy). Peningkatan CASA ini bertujuan agar perseroan dapat mengendalikan biaya dana (Cost of Fund).


“DPK meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund,” jelas Ngatari.



Check Also

BEI Siap Catatkan Dua Emiten Baru Di Awal Perdagangan Pasca Libur Lebaran 2024

MarketNews.id Awal perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 16 April 2024 akan berbarengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *