Home / Korporasi / BUMN / Pefindo : Peringkat PT Antam Tbk “idA” Stabil

Pefindo : Peringkat PT Antam Tbk “idA” Stabil

Marketnews.id Peringkat “idA” buat PT Antam Tbk (ANTM), mencerminkan sumber daya dan cadangan yang dimiliki oleh ANTM cukup besar, posisi yang kuat di industri yang didukung oleh produk pertambangan yang terdiversifikasi dan kegiatan operasional yang terintegrasi secara vertikal. Tapi peringkat ini dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi dan paparan terhadap fluktuasi atas harga komoditas.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), menegaskan peringkat “idA” kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi Berkelanjutan I/2011. Pada saat yang sama, prospek atas peringkat ANTM direvisi menjadi “stabil” dari “negatif” sehubungan dengan ekspektasi kinerja kuangan perusahaan yang lebih stabil.


Analis Pefindo, Niken Indriasih mengatakan, PT Aneka Tambang telah mengurangi penjualan emas ekspor dan fokus pada pasar retail domestik yang marginnya lebih tinggi. “Kami berharap segmen emas dapat terus menghasilkan keuntungan yang lebih besar didukung oleh kenaikan harga emas,” kata Niken dalam keterangan resmi, Selasa (15/9).


Dengan fokus penjualan emas dalam gramasi kecil, Aneka Tambang dapat menjangkau basis nasabah yang lebih luas mengingat harga yang lebih terjangkau. Keadaan yang kurang menguntungkan terutama selama pandemi coronavirus disesase (COVID-19) juga memicu kenaikan permintaan atas emas sebagai tujuan investasi yang dianggap lebih aman.


“Dari segi nikel, kami berharap inisiatif kemitraan strategis ANTM dengan smelter lain di Indonesia dapat mengkompensasi penurunan penjualan bijih nikel akibat larangan ekspor bijih nikel dari Indonesia di samping harga nikel yang mulai pulih,” ujar Niken.


Selain itu, Pefindo berharap inisiatif Aneka Tambang untuk mempertahankan posisi biaya yang rendah dapat memitigasi penurunan EBITDA dalam jangka waktu pendek melalui efisiensi biaya dan sinergi dengan induk usaha.


Seperti diketahui, obligor dengan peringkat idA, memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.


Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan ANTM yang cukup besar, posisi yang kuat di industri yang didukung oleh produk pertambangan yang terdiversifikasi, dan kegiatan operasional yang terintegrasi secara vertikal. Namun, peringkat dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi dan paparan terhadap fluktuasi atas harga komoditas.


“Kami dapat menaikkan peringkat jika ANTM meningkatkan bisnis profilnya secara substantial, yang tercermin dari capaian pendapatan dan EBITDA yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan secara berkelanjutan, dan leverage keuangannya berada pada level yang konservatif,” jelas Niken.


Niken menegaskan, peringkat juga dapat dinaikkan jika perusahaan menerima dukungan yang kuat dari INALUM dalam bentuk injeksi modal, pinjaman shareholder loan dan/atau sinergi bisnis yang secara substansial menaikan kinerja operasi ANTM.

Namun Pefindo juga dapat menurunkan peringkat jika pandemi yang berkepanjangan berakibat pada perlambatan pemulihan ekonomi global dan berdampak negatif terhadap permintaan dan harga komoditas, yang dapat melemahkan operasi bisnis dan profil keuangan ANTM.


“Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika ANTM menarik utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan dan/atau gagal menyelesaikan proyek ekspansi sesuai jadwal,” urai Niken.


Secara umum, Pefindo menilai pandemi Covid-19 memiliki dampak yang moderat terhadap profil kredit ANTM, yang dipengaruhi oleh menurunnya permintaan dan harga komoditas, khususnya nikel. Namun akhir-akhir ini harga nikel sudah meningkat seiring dengan pulihnya aktivitas perekonomian di China sebagai pasar terbesar nikel.


“Selain itu, ANTM juga diuntungkan oleh tren harga emas yang tinggi,” tutur Niken.
Pefindo akan memantau dengan ketat pengaruh pandemi terhadap operasi bisnis dan/ atau profil keuangan Aneka Tambang dalam jangka pendek hingga menengah, seperti gangguan signifikan pada perolehan arus kasnya.

Check Also

Summarecon Agung Tawarkan Surat Utang Rp1,3 Triliun Berbunga Hingga 9,3 Persen

MarketNews.id PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), menawarkan surat utang dengan total nilai Rp1,3 triliun dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *