Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Akuisisi Indofood Terhadap Pinehill Disetujui Pemegang saham Independen

Akuisisi Indofood Terhadap Pinehill Disetujui Pemegang saham Independen

Marketnews.id Pemegang saham independen PT Indofood sukses makmur Tbk, akhirnya menyetujui rencana akuisisi terhadap Pinehill Company Limited oleh anak usaha PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Setelah melewati proses panjang, otoritas pasar modal Hongkong dan Pemegang saham Independen.

Taipan Anthoni Salim secara tipis memenangkan dukungan pemegang saham pada hari Jumat untuk transaksi pengambilalihan senilai USD3 miliar di antara perusahaan dalam kontrolnya, menyudahi kritik tentang valuasi kesepakatan dan pertanyaan tentang tata kelola perusahaan.


First Pacific Co Ltd, perusahaan induk Salim yang listing di Hong Kong, mengatakan dalam informasi ke bursa Hong Kong bahwa pengambilalihan oleh anak perusahaan Salim, Indofood CBP (ICBP), dari Pinehill Company Ltd telah disetujui oleh pemegang saham independennya pada pertemuan khusus di mana Salim memenangkan 52% suara.


ICBP terkenal karena merek mi Indomie dan Pinehill adalah salah satu distributor dan produsen Indomie di Timur Tengah dan Afrika.


Sementara Salim dan pihak seasosiasi tidak berhak untuk memberikan suara pada pertemuan Jumat di bawah peraturan pihak terkait Hong Kong karena mereka tidak dianggap sebagai pemegang saham independen, mereka dapat memberikan suara di bawah peraturan Indonesia dalam rapat pemegang saham luar biasa (RUPSLB) ICBP. Beberapa pemegang saham mengatakan hal itu menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola perusahaan.


Mereka yang mendukung transaksi mengatakan pengambilalihan ini dapat meningkatkan kinerja keuangan ICBP secara signifikan.

Berdasarkan keterangan yang diterima, dalam rapat yang diselenggarakan Jumat (17/7/2020), 52,27 persen dari total pemegang saham yang hadir dalam pertemuan tersebut menyetujui aksi korporasi bernilai Rp42 triliun tersebut.

Dengan komposisi lebih dari 50 persen suara mendukung aksi korporasi tersebut,  perusahaan asal Hongkong itu menyerahkan kewenangan pengambilan keputusan akuisisi PCL kepada ICBP.


Adapun, rapat tersebut dihadiri oleh pemegang 2,42 miliar lembar saham First Pacific Company Limited yang mewakili 55,7 persen suara dari total saham yang beredar saat ini.

Anthoni Salim, berikut dengan Salerni International Limited, First Pacific Investments Limited dan First Pacific Investments (B.V.I.) Limited yang memiliki total 1,92 miliar lembar saham yang mewakili 44,3 persen dari total saham yang beredar First Pacific Company Limited dinyatakan tidak memberikan suaranya dalam rapat tersebut.

Berdasarkan aturan korporasi yang berlaku di Hongkong, Anthoni dan perusahaan terkait tidak dianggap sebagai pemegang saham independen. Adapun, rencana ini tinggal menunggu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan ICBP dalam waktu dekat.

Sebagai gambaran, ICBP berencana untuk mengakuisisi PCL dengan nilai nominal sebesar US$2,99 miliar atau Rp44,11 triliun (asumsi US$1=Rp14.753). Manajemen sebelumnya menyebutkan mayoritas transaksi akan dibiayai oleh utang bank dengan tenor pinjaman selama 5 tahun. Mengenai perubahan tingkat bunga, saat ini perseroan masih dalam tahap diskusi dengan para kreditur potensial.

Untuk diketahui, Grup Pinehill memiliki 12 fasilitas pabrik dengan total jumlah kapasitas produksi sekitar 10 miliar bungkus yang tersebar di beberapa negara mulai dari Afrika, Asia, hingga Eropa. Pinehill juga memiliki jaringan distribusi di 33 negara dengan total populasi 885 juta.

Saat ini pangsa pasar mie instan yang digarap oleh Pinehill berada tahap awal pertumbuhan baik dalam segi volume penjualan maupun tingkat keuntungan. Sebelumnya, ICBP melansir akuisisi Pinehill berpotensi meningkatkan margin pendapatan.

Berdasarkan pertumbuhan historis dan potensi tingkat pertumbuhan, total jumlah populasi jika memperhitungkan negara-negara di sekitar pasar inti yang sedang berkembang bisa saja menembus angka 885 juta. Saat ini rata-rata konsumsi mi instan per kapita kurang dari seperempat tingkat konsumsi per kapita produk mi instan perseroan di Indonesia.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *