Home / Korporasi / BUMN / Laba Bersih PLN Rp4,32 Triliun. Dapat Kompensasi Rp 45,42 Triliun

Laba Bersih PLN Rp4,32 Triliun. Dapat Kompensasi Rp 45,42 Triliun

Marketnews.id Kinerja usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sepanjang tahun lalu masih positif dan masih meraih laba sebesar Rp 4,32 triliun. Meskipun mengalami penurunan laba, perusahaan ini mampu meningkatkan volume penjualan dan pertumbuhan jumlah pelanggan. Tahun ini, karena ada pendemi Covid-19, PLN membebaskan pelanggan 450kv , diskon 50 persen buat pelanggan 900kv. Kompensasi nya. PLN dapat Rp45,42 triliun dari Pemerintah.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,32 triliun pada 2019 atau turun dari kinerja tahun sebelumnya sebesar Rp11,56 triliun.

Dari sisi pendapatan usaha, kinerja perusahaan listrik negara berhasil mencatat raihan sebesar Rp285,64 triliun pada 2019 atau meningkat 4,67 persen dari tahun sebelumnya.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN Made Suprateka mengatakan berdasarkan laporan keuangan 2019 audited, laba bersih yang diraih perseroan mencapai Rp4,32 triliun dan laba operasi setelah subsidi pemerintah Rp44,16 triliun dengan EBITDA Rp81,66 triliun di sepanjang 2019.

“Dengan kondisi tarif yang tidak naik sepanjang 2019, Perseroan membukukan pendapatan usaha meningkat 4,67 persen dari 2018,” tuturnya, dalam keterangan pers, Senin (18/5/2020) malam.

Berdasarkan catatan, Laba bersih yang dikantongi PLN pada 2018 melejit 162,13 persen secara tahunan dengan ditopang kenaikan penjualan, efisiensi, serta kebijakan domestic market obligation untuk produk batu bara.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/5/2019), Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengantongi pendapatan penjualan tenaga listrik Rp263,47 triliun atau naik 6,85 persen secara tahunan pada 2018.

Selanjutnya, pendapatan dari penyambungan pelanggan mencapai Rp7,30 triliun tahun lalu atau naik 2,67 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, PLN memiliki tambahan pendapatan usaha lain-lain senilai Rp2,11 triliun pada 2018. Dengan demikian, total pendapatan perseroan mencapai Rp272,89 triliun atau tumbuh 6,89 persen secara tahunan.

Terkait kinerja 2019, Made menuturkan kinerja perseroan bertumbuh secara konsisten dimana kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 245,52 Terra Watt hour (TWh) atau naik 4,65 persen dibandingkan dengan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 234,62 TWh.

Peningkatan penjualan kWh (kilo watt hour) ini didukung oleh adanya pertumbuhan jumlah pelanggan dimana sampai dengan akhir Desember 2019 telah mencapai 75,7 juta dengan daya tersambung 136.600 MVA.

Jumlah pelanggan tersebut bertambah sebanyak 3,8 juta pelanggan dengan daya 7.700 MVA dari posisi akhir Desember 2018 sebesar 71,9 juta pelanggan.

Dengan demikian, rasio elektrifikasi nasional dapat digenjot dari 98,3 persen pada 2018 menjadi 98,89 persen pada akhir tahun lalu.

Secara operasional, hingga akhir 2019, perusahaan telah berhasil menambah kapasitas terpasang pembangkit sebesar 4.588 Mega Watt (MW) dari 57.646 MW pada tahun 2018 menjadi 62.234 MW di 2019.

Jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi mengalami peningkatan sebanyak 6.211 kilometer sirkuit (kms) dari 53.606 kms pada 2018 menjadi 59.817 kms sampai dengan akhir 2019.

“Lalu adanya penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 17.507 Mega Volt Ampere (MVA) dari 131.164 MVA pada 2018 menjadi 148.671 MVA,” kata Made.

Dia menuturkan hasil audit subsidi dan kompensasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) menunjukkan terjadinya penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) 2019 dibandingkan dari 2018.

“Hal ini merupakan hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan oleh PLN selama 2019,” ucap Made.

Check Also

Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM Buat Arus Balik Idulfitri 2024

MarketNews.id Memasuki masa puncak arus balik, Pertamina Patra Niaga terus mempersiapkan diri dan memonitor ketersediaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *