Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / BEI : Hentikan Sementara Perdagangan Saham PT Kresna Graha Investama

BEI : Hentikan Sementara Perdagangan Saham PT Kresna Graha Investama

Marketnews.id Ada sesuatu yang diluar kebiasaan yang terjadi atas pergerakan harga saham PT Kresna Graha Investama. Dari sisi harga, saham ini turun hingga 81 persen. Atas penurunan yang drastis ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengentikan Sementara perdagangan saham ini mulai 26/5/2020.

PT Bursa Efek Indonesia, akan melakukan penghentian sementara perdagangan PT Kresna Graha Investama Tbk. mulai perdagangan, Selasa (26/5/2020).

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Bursa menjelaskan bahwa kebijakan penghentian sementara perdagangan emiten bersandi KREN itu sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan.

“Dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara KREN pada perdagangan 26 Mei 2020,” tulis Bursa dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Kamis (21/5/2020).


Penghentian sementara perdagangan saham KREN di lakukan di pasar reguler dan tunai. Tujuannya, untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar.

“Untuk [pelaku pasar] mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham KREN,” ujar Manajemen BEI.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham KREN harus parkir di level Rp76 pada akhir perdagangan, Rabu (20/5/2020). Posisi itu sudah amblas 84,80 persen secara year to date (ytd).

Pada awal 2020, saham KREN masih berada di level Rp500 per lembar. Namun, harga mulai tergerus memasuki Maret 2020.

Sebagai catatan, KREN juga telah mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham pada akhir Maret 2020. Rencananya, perkiraan nilai nominal yang akan dibeli kembali maksimum Rp18,20 miliar dengan jumlah saham maksimum 3,64 miliar lembar atau sebanyak-banyaknya 20 persen dari modal disetor perseroan.

KREN membatasi harga pembelian saham maksimum sebesar Rp515 per lembar. Aksi korporasi itu akan dilakukan pada 24 Maret 2020 hingga 24 Juni 2020.

Sayangnya, belum ada info sudah berapa banyak manajemen membeli kembali sahamnya di pasar. Pasalnya, harga saham perseroan bukannya meningkat justru mengalami penurunan drastis.

Check Also

Fitch : Pemulihan Fiskal Global 2022-2023 Melambat. Inflasi dan Kenaikan Harga Buat Dilema Bank Sentral

Marketnews.id Lembaga pemeringkat Fitch Rating memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami pelambatan lantaran ada konflik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *