Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Texas Chicken Jadi Emiten Ke 22 BEI Tahun Ini

Texas Chicken Jadi Emiten Ke 22 BEI Tahun Ini

Marketnews.id Kondisi perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masih fluktuatif tidak menyurutkan niat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Hari ini saja dua emiten baru tercatat sebagai emiten ke 21 dan ke 22.

Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan di BEI hari ini, harga saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) langsung bergerak naik dan mentok di titik autorejection atas dengan kenaikan sebesar 26,5 persen ke level Rp264 per saham.


Harga CSMI yang ditawarkan senilai Rp196 per saham langsung mentok di posisi Rp264 dengan volume transaksi sebanyak 53.220 lot. Sehingga, pada perdagangan hari ini nilai transaksi emiten ke-22 yang tercatat di BEI selama 2019 tersebut mencapai Rp1,4 miliar.


PT Sucor Sekuritas ditunjuk oleh, perusahaan yang bergerak di bidang restoran dan perdagangan tersebut, sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perusahaan pemegang hak waralaba Texas Chicken ini melepas saham ke publik sebanyak 184.061.500 lembar atau 22,55 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.


Menurut Direktur Utama CSMI, Arriola Arthur Raphael, perseroan melaksanakan penawaran umum perdana saham pada 2-3 April 2020 dan mendapatkan minat positif dari para investor, sehingga seluruh saham yang ditawarkan bisa terserap. “IPO ini adalah strategi untuk meningkatkan kinerja perseroan dengan memperluas dan memperkuat jaringan gerai Texas Chicken,” katanya di Jakarta, Kamis (9/4).


Arriola menyebutkan, sejak pembukaan gerai pertama di Jakarta pada 1984, saat ini CSMI telah mengembangkan jaringan gerai Texas Chicken di berbagai wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. “Perseroan akan mengembangan ayam goreng khas Texas Chicken di beberapa kota yang berpotensi besar. Pertumbuhan gerai didukung standar internasional yang diterapkan pada kebijakan Master Franchisor, Cajun Global LLC.


Bagaimana uang hasil IPO akan dimanfaatkan. Rencanannya dana hasil IPO senilai Rp36 miliar tersebut, sebesar 70 persen akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja CSMI dengan memperluas jaringan usaha khususnya di beberapa kota di Pulau Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Sedangkan, sisanya akan digunakan untuk modal kerja CSMI, terutama untuk pembayaran kepada pemasok, fanchisor dan keperluan gerai-gerai yang telah beroperasi, ujar Arriola Arthur Raphael.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *