Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / PT Indocement Tunggal Prakarsa Kuartal I Jual 3,9 Juta Ton Semen

PT Indocement Tunggal Prakarsa Kuartal I Jual 3,9 Juta Ton Semen

Marketnews.is Kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2020 ini sudah mulai dirilis oleh beberapa emiten. Salah satunya ada PT Indocement Tunggal Prakarsa. Dari sisi jumlah, semen yang dijual perseron mengalami penurunan karena terjadinya banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Sepanjang kuartal I/2020, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penjualan sebanyak 3,9 juta ton atau turun 6 persen dibandingkan kuartal I/2019.
Menurut Direktur INTP, Marcos Oey, penurunan disebabkan oleh cuaca yang buruk di awal-awal tahun yang menyebabkan banjir terjadi di Jabodetabek sampai beberapa kali.


Tapi dampak pandemi Covid-19 sejauh ini belum memengaruhi penjualan pada kuartal I/2020. “Terkait dengan pandemi Covid-19, dampaknya baru akan terlihat di paruh kuartal kedua, di mana ini merupakan dampak global yang terjadi hampir di semua industri,” jelas Marcos Jumat (17/4).


Untuk menyikapi potensi penurunan penjualan itu, perseroan akan meningkatkan efisiensi di berbagai bidang. Selain itu, perseroan juga akan memfokuskan penjualan kepada  home market .


Di sisi lain, perseroan juga belum memutuskan berapa dividen yang akan dibagikan pada tahun ini. Marcos bilang hal itu masih akan dibahas lebih lanjut pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) nanti.


Adapun perseroan mulanya memperkirakan 2020 akan menjadi periode yang sibuk bagi industri semen, khususnya di daerah Jabodetabek dan Jawa Barat. Hal ini diperkirakan terjadi seiring dengan banyaknya pembangunan infrastruktur di area itu.


Namun, dengan perkembangan pandemi virus corona serta menurunnya harga batu bara dan minyak secara signifikan, perseroan telah melakukan revisi target pertumbuhan penjualan menjadi hanya 1 persen–2 persen. Sebelumnya, sejalan dengan proyeksi Asosiasi Semen Indonesia (ASI) target pertumbuhan penjualan adalah 3 persen–4 persen.


Berdasarkan data, volume penjualan semen INTP sepanjang tahun lalu tercatat sekitar 18,1 juta ton. Kenaikan volume penjualan di tahun lalu tergolong kecil dibandingkan tahun sebelumnya, yakni ada pertambahan 100.000 ton dibandingkan tahun 2018.


Sementara itu, tahun lalu, INTP mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 15,94 triliun atau tumbuh 4,9% dari realisasi tahun 2018 sebesar Rp 15,19 triliun. Penjualan semen kepada pihak ketiga masih menjadi kontributor utama dengan torehan Rp 14,09 triliun atau 88,3% dari pendapatan total INTP.


Disusul dengan penjualan beton siap pakai sebesar Rp 1,68 triliun sekitar 10,53% dari total revenue dan sisanya merupakan penjualan agregat serta penjualan semen ke pihak berelasi. Dari sisi penjualan, emiten semen ini berhasil menjual 18,1 juta ton semen sepanjang 2019 atau sedikit lebih tinggi dari realisasi tahun 2018 yang mencapai 18 juta ton.

Check Also

Erick Thohir : Pembelian Dolar Dilakukan Secara Optimal, Terukur Dan Sesuai Kebutuhan

MarketNews.id Tingkat inflasi di US yang sulit turun salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energy. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *