Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Perusahaan Jasa Arsitektur Jadi Emiten Ke 23 Masuk Bursa

Perusahaan Jasa Arsitektur Jadi Emiten Ke 23 Masuk Bursa

Marketnews.id Optimisme setelah menjadi perusahaan publik, memang harus ditujukan oleh perusahaan lewat kinerja dari pengelola perusahaan. Jang Rony Yuwono, Presiden’ Direktur PT Aesler Grup Internasional Tbk, begitu yakin perusahaan nya setelah jadi perusahaan publik mampu menghasilkan pendapatan lima kali lebih besar dibandingkan sebelum jadi perusahaan publik.

Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, harga saham PT Aesler Grup Internaaional Tbk (RONY) langsung bergerak naik dan mentok di titik autorejection atas dengan kenaikan sebesar 35 persen ke level Rp135 per saham.


Seperti diketahui, harga RONY yang ditawarkan senilai Rp100 per saham langsung mentok di posisi Rp135 dengan volume transaksi sebanyak 100 lot. Sehingga, pada perdagangan hari ini nilai transaksi emiten ke-23 yang tercatat di BEI tersebut sebesar Rp1,4 juta.


Pada pelaksanaan IPO, perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur ini menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perlu diketahui, saham RONY masuk ke dalam kategori efek syariah yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Menurut Persiden Direktur RONY, Jang Rony Yuwono, pada pelaksanaan IPO tersebut perseroan melepas saham ke publik sebanyak 250 juta lembar atau sebesar 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan. Sehingga, pada aksi korporasi ini RONY bisa meraih dana masyarakat senilai Rp25 miliar.


“Tercatatnya Aesler di BEI merupakan key milestone dalam perjalanan Aesler. Dengan menjadi perusahaan publik, Aesler akan melangkah sebagai perusahan yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada
seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis,” papar Jang Rony di Jakarta, Kamis (9/4).


Dia mengungkapkan, sebesar 55 persen dari dana Hasil IPO akan digunakan untuk pembelian alat kerja, seperti komputer untuk real-time rendering dan mesin fit-out, sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja RONY.


“Dengan adanya penambahan teknologi yang digunakan, kami berharap dapat bekerja dengan lebih cepat dan efisien, sehingga bisa menghasilkan pendapatan lima kali lebih besar dibandingkan periode sebelumnya”, ucap Jang Rony.


Dia memperkirakan, pada tahun ini perseroan bisa menumbuhkan jumlah pendapatan sebesar 67,4 persen (year-on-year), sehingga laba bersih di 2020 bisa bertumbuh 38,26 persen. Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh perolehan kontrak baru dan adanya tambahan pendapatan dari fit out yang dijalankan Aesler, tambahnya.

Check Also

Rampung Proses Akuisisi Kepemilikan Shell Di Singapore Energy and Chemicals Park Oleh TPIA Dan Glenacore

MarketNews.id-Chandra Asri Grup, kembali menunjukan keseriusan dalam bisnis petro kimia. Melalui anak usaha CAPGC Ltd, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *