Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Indeks Anjlok 2,48 Persen, Cadangan Devisa Turun Jadi Penyebabnya

Indeks Anjlok 2,48 Persen, Cadangan Devisa Turun Jadi Penyebabnya

Marketnews.id Akhir perdagangan saham pada penutupan akhir pekan biasanya ditutup dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setelah dua hari berturut-turut mengalami kenaikan, hari ini Jumat 6/3 2020 IHSG turun hingga 2,48 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup di level 5.498,54 dengan anjlok 2,48 persen atau 139,59 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (5/3/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 5.638,13 dengan penurunan 0,21 persen atau 12 poin, memutuskan reli kenaikan tajam dua hari berturut-turut sebelumnya.

Pelemahan indeks mulai berlanjut dengan dibuka melorot 1,11 persen atau 62,56 poin di posisi 5.575,57 pada Jumat (6/3) pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.498,54 – 5.577,8.

Seluruh sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin aneka industri (-4,96 persen), finansial (-3,06 persen), dan infrastruktur (-2,56 persen).

Sementara itu, dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 114 saham menguat, 283 saham melemah, dan 285 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang masing-masing turun 3,65 persen dan 3,37 persen menjadi penekan utama atas pelemahan yang dialami IHSG.

Salah satu faktor pendorong IHSG jatuh kali ini karena data tentang cadangan devisa yang menurun memberikan sentimen terhadap pola pergerakan IHSG.

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan capaian tersebut tetap tinggi, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2020 sebesar US$131,7 miliar.

“Cadangan devisa Februari 2020 tercatat US$130,4 miliar. Penurunan cadangan devisa pada Februari 2020 antara lain dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah,” katanya dalam keterangan resmi.

Turut membebani sentimen untuk IHSG, rata-rata indeks saham di Asia terbenam di zona merah pada perdagangan hari ini, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran seputar wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 2,7 persen ke level 20.749,75, indeks S&P/ASX 200 Australia terjerembab 2,8 persen menjadi 6.216,20, indeks Kospi Korea Selatan turun tajamKoreab persen ke 2.040,22.

Adapun indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 2,3 persen ke posisi 26.145,32 dan indeks Shanghai Composite China merosot 1,2 persen menjadi level 3.034,51. Selain itu, bursa saham di Taiwan dan kawasan Asia Tenggara juga melemah.

Pasar telah mengalami pasang surut pergerakan selama berpekan-pekan di tengah ketidakpastian seputar seberapa besar dampak negatif dari wabah virus corona terhadap ekonomi global.

Pada Kamis (5/3/2020), bursa AS terjungkal ke zona merah dan anjlok lebih dari 3 persen di tengah meningkatnya volatilitas akibat wabah penyakit virus corona.

Banyak analis dan investor profesional berpendapat pergolakan pada pasar saham kemungkinan akan terus berlanjut, selama jumlah infeksi baru terus meningkat.

 

Check Also

PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) Lepas 1,26 Miliar Saham Di Harga Rp 170 Per Saham.

MarketNews.id Pekan depan, tepatnya pada 7 Desember 2023 mendatang PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *