Home / Otoritas / Bank Indonesia / Bank BNI Hanya Keluar kan Dividen 25% Dari Laba Bersih Rp15,38 Triliun

Bank BNI Hanya Keluar kan Dividen 25% Dari Laba Bersih Rp15,38 Triliun

Marketnews.id Berbeda dengan bank milik pemerintah lainnya, Bank Negara Indonesia (BNI) hanya mengeluarkan deviden sebesar 25 persen dari laba yg diraihnya. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri mengeluarkan deviden hingga 60 persen.

Rendah nya dividen yang dikeluarkan oleh BNI berkaitan rendahnya laba bersih yang diraih hanya sekitar Rp 15,3 triliun. Sementara Bank Mandiri dan Bank BRI laba yang diperoleh masing-masing Rp 27 triliun dan Rp 34 triliun.


Seperti diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyetujui pembagian dividen sebesar 25 persen dari laba bersih 2019 senilai Rp15,38 triliun.

Dengan demikian, dividen yang dibagikan perseroan pada RUPST hari ini, Kamis (20/2/2020) mencapai Rp3,85 triliun atau sekitar Rp206,2 per saham



Rendah nya laba yg diperoleh perseroan diantaranya karena perseroan mengalami tekanan dalam perolehan pertumbuhan laba yang hanya tumbuh sebesar 2,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), hanya meningkat tipis jika dibandingkan dengan periode 2018, di mana laba bersih perseroan tumbuh 9,6 persen yoy.

BNI mencatat pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp36,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan penyaluran kredit BNI yang tercatat tumbuh melambat pada 2019, yaitu naik 8,6 persen yoy menjadi Rp512,78 triliun, jauh dari proyeksi awal 11 persen-13 persen.

Perolehan laba bersih BNI ditopang tinggi oleh pendapatan non bunga atau fee based income/FBI yang tercatat sebesar Rp11,36 triliun atau tumbuh 18,1 persen yoy.

Menilik kinerja bank milik pemerintah ini memang miris. Betapa tidak, salah satu bank terbesar ini kinerja nya malah kalah dengan kinerja bank swasta BCA. Bahkan bank swasta yang pernah masuk klinik penyehatan perbankan ini memiliki laba bersih hingga Rp28 triliun. Banding kan BNI yang hanya mampu meraih laba Rp 15,3 triliun.

Dengan kinerja di atas,wajar bila Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas memilih Agus Martowardodjo sebagai komisaris utama bank ini. Banyak pihak berharap bankir bertangan dingin dan mantan Gubernur Bank Indonesia ini mampu membawa bank BNI kembali berlayar dengan gagah dan tanggung menerjang samudra.


Berikut susunan komisaris dan direksi baru bank BNI.
Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Agus Derwaman Wintarto Martowardojo
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Pradjoto
Komisaris: Susyanto
Komisaris: Joni Swastanto
Komisaris: Askolani
Komsiaris: Ratih Nurdiati
Komisaris Independen: Asmawi Syam
Komisaris Independen: Septian Hario SetoKomisaris Independen: Imam Sugema
Komisaris Independen: Sigit Widyawan
Direktur
Direktur Utama: Herry Sidharta
Wakil Direktur Utama: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis Korporasi: Benny Yoslim
Direktur Bisnis Konsumer: Corina Leyla Karnalies
Direktur Keuangan: Sigit Prastowo
Direktur Manajemen Risiko: Osbal Saragi Rumahorbo
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi: YB Harianto
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Bob Tyasika Ananta
Direktur Treasury dan Internasional: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Bisnis UMKM : Tambok Parulian Setyawati
Direktur Hubungan Kelembagaan: Sis Apik Wijayanto
Direktur Layanan dan Jaringan: Adi Sulistyowati

Check Also

BI Teken Kerjasama Dengan Otoritas Moneter Singapura Untuk Tangkal Money Laundry Dan Inovasi Pembayaran

Marketnews.id Kerjasama antara Bank Sentral Indonesia (BI) dan Monetery Authority of Singapore (MAS) semakin intens …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *