Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / Astra Int : Total Pendapatan Rp237,1 Triliun, Laba Bersih Rp21,71 Triliun

Astra Int : Total Pendapatan Rp237,1 Triliun, Laba Bersih Rp21,71 Triliun

Marketnews.id Lemahnya konsumsi domestik dan rendahnya harga komoditas Sepanjang tahun 2019 lalu, berpengaruh besar terhadap kinerja PT Astra Internasional Tbk. Sektor jasa keuangan yang dimiliki perseroan justru menjadi penyeimbang hingga kelompok usaha ini mampu bertahan dan tetap menghasilkan laba bersih yang lebih baik dibandingkan laba yang diraih tahun 2018.

Seperti diketahui, kinerja PT Astra International Tbk (ASII) stagnan sepanjang 2019. Laba bersih grup Astra sepanjang 2019 tercatat Rp 21,7 triliun atau hanya tumbuh 0,18% dari 2018 Rp 21,67 triliun.
Adapun pendapatan bersih konsolidasian grup pada 2019 menurun 1% menjadi Rp 237,2 triliun.


Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII mengatakan, kinerja grup selama tahun 2019 terimbas pelemahan konsumsi domestik dan rendahnya harga-harga komoditas.
Meski demikian, ASII diuntungkan oleh peningkatan kinerja dari bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi.


Menurutnya, prospek pada tahun 2020 juga masih menantang lantaran adanya ketidakpastian kondisi makro eksternal, kompetisi di pasar mobil, serta harga-harga komoditas yang lemah.
“Tapi, kami yakin bahwa Grup Astra berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan momentum dari setiap perbaikan kondisi ekonomi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Marketnews.id Kamis (27/2).


Sepanjang tahun lalu, laba bersih dari bisnis otomotif mengalami penurunan sebesar 1% menjadi Rp 8,4 triliun. Penjualan mobil Astra turun 8% menjadi 536.000 unit. Adapun penjualan mobil secara nasional turun 11% menjadi 1,03 juta unit pada tahun 2019.


Selanjutnya, laba bersih dari divisi Agribisnis Grup anjlok 85% menjadi Rp 168 miliar. Selain itu, laba divisi properti grup juga melaporkan penurunan laba bersih 48% menjadi sebesar Rp 83 miliar.

Sedangkan penjualan sepeda motor Astra Honda meningkat 3% menjadi 4,9 juta unit.
Sementara itu, bisnis tambang dan dan jasa keuangan menopang pendapatan ASII. Laba bersih dari bisnis jasa keuangan Grup meningkat 22% menjadi Rp 5,9 triliun, terutama disebabkan oleh portofolio pembiayaan yang lebih besar dan perbaikan kredit bermasalah.


Kemudian, laba bersih dari bisnis penjualan alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi tumbuh 1% menjadi Rp 6,7 triliun, terutama dari kontribusi usaha tambang emas baru, hal ini membantu penurunan penjualan alat berat dan kerugian pada bisnis kontraktor umum. Laba bersih dari bisnis infrastruktur dan logistic juga mencatat laba bersih yang meningkat sebesar 49% menjadi Rp 292 miliar.


Berdasarkan keterbukaan informasi ASII yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (27/2), jumlah pendapatan bersih di 2019 tersebut lebih rendah dari perolehan di 2018 yang mencapai Rp239,21 triliun.
Namun, beban pokok pendapatan pokok pendapatan ASII di 2019 mengalami penurunan menjadi Rp186,93 triliun dari Rp188,44 triliun di 2018. Sehingga, laba bruto perseroan tercatat sebesar Rp50,24 triliun atau menurun dari posisi per akhir Desember 2018 yang sebesar Rp50,77 triliun. Laba per saham ASII di 2019 senilai Rp536 dari Rp535 per saham.
Sementara itu, total aset ASII per akhir Desember 2019 tercatat Rp351,96 triliun atau meningkat Dari Rp344,71 triliun per akhir Desember 2018. Aset lancar ASII si akhir 2019 senilai Rp129,06 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp222,9 triliun.
Liabilitas ASII per akhir Desember 2019 sebesar Rp165,2 triliun atau menurun dari Rp170,35 triliun per akhir Desember 2018. Sedangkan, total ekuitas ASII per akhir tahun lalu mencapai Rp186,76 triliun atau lebih besar dibandingkan posisi per akhir Desember 2018 yang senilai Rp174,36 triliun.

Check Also

Task Force Energy, Sustainability & Climate B 20 Gerak Cepat Sukseskan G20

Marketnews.id Dalam rangka memperkuat peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20), The Business 20 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *