Home / Korporasi / BUMN / Pemerintah Dorong Penggunaan AI Dalam Terapkan GRC

Pemerintah Dorong Penggunaan AI Dalam Terapkan GRC

Marketnews- Penerapan Governance, Risk, and Complaince (GRC) dengan bantunan artificial intelligence atau AI dipercaya dapat mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Haryo Liman Seto, menyampaikan bahwa kini perekonomian nasional bersua berbagai hal seperti volatilitas pasar, geopolitik, dan lain-lain.Walau begitu, pertumbuhan ekonomi nasional masih solid.

“Dalam hal ini, praktik GRC bisa menjadi alat untuk transformasi ekonomi yang efektif, transparan, dan berkelanjutan,” kata Haryo dalam pembicara kunci dalam Top GRC Awards, Senin 8 September 2025.

Ia menambahkan, budaya organisasi pun harus mendukung proses transformasi yang tak mudah tersebut. Terutama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen
“Kesadaran tentang pentingnya prinsip tata kelola, tentu juga sangat kita perlukan,” ucap Haryo.

Adapun Ketua Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG), Mardiasmo mengingatkan GRC merupakan cara membangun ketahanan jangka pendek bahkan jangka panjang bagi perusahaan.
“Dan, organisasi yang berkelanjutan, tak hanya bertahan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi lingkungan di sekitar,” kata dia.

Makna ‘ketahanan’ adalah kemampuan suatu organisasi untuk bertahan dan pulih dari goncangan-goncangan. Contoh goncangan itu adalah pandemi Covid-19, ancaman siber, dan lain-lain.

“Dan, ‘keberlanjutan’ adalah untuk ketahanan bisnis jangka panjang. Itulah yang bikin nilai langgeng bagi semua pemangku kepentingan,” kata Mardiasmo.

Sedangkan Ketua Dewan Juri Top GRC Awards 2025, Antonius Alijoyo, menyampaikan pengelolaan bisnis saat ini dan di masa depan tidak bisa lepas dari pentingnya kemampuan untuk mengantisipasi ketidakpastian — atau addressing uncertainty.

“Dengan GRC, kita tidak hanya mampu mengelola risiko dan ancaman secara efektif, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk menciptakan nilai tambah (creating value) yang berkelanjutan, bagi seluruh pemangku kepentingan,”jelas Antonius.

Antonius lantas menjelaskan, temuan menarik yang muncul dari proses penilaian Top GRC Awards 2025.

Pertama, secara umum, kelengkapan sistem dan infrastruktur GRC perusahaan-perusahaan peserta, sudah semakin lengkap dan meningkat. Hanya saja, masih banyak perusahaan yang perlu menjalankan GRC secara terpadu.

Kedua, agar bisnis tumbuh berkelanjutan, maka penerapan GRC harus dijalankan secara proaktif, fleksible dan adaptif terhadap berbagai perubahan, risiko, ancaman, dan peluang yang ada.

Ketua Penyelenggara Top GRC Awards 2025, M. Lutfi Handayani melaporkan kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 134 perusahaan; angka itu naik 20 persen ketimbang tahun 2024.

Lutfi mengungkapkan ada beberapa perusahaan terbaik yang menerima penghargaan prestis tersebut. Di antara itu adalah: PT Pos Indonesia (Persero); PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero); PT Semen Gresik; PT Bank Pembangunan Daerah Bali; PT Mandiri Utama Finance; PT Bank SeaBank Indonesia; BPJS Kesehatan; PT Jasa Marga (Persero), Tbk.; PT Pan Brothers, Tbk.

Kemudian, ada pula perusahaan-perusahaan ini: PT MRT Jakarta (Perseroda); PT LiuGong Finance Indonesia; Perumda Pembangunan Sarana Jaya; PT Meulaboh Power Generation; Lintasarta; PT Perusahaan Gas Negara, Tbk.; PT Pelayaran Bahtera Adiguna.

Abdul Segara

Check Also

IG Dorong Industri Asuransi Berbasis Riset Dan Customer Centricity Melalui Research Dissemination 2025

MarketNews.id- Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan komitmennya untuk menghadirkan industri asuransi nasional berbasis riset yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *