Home / Corporate Action / Stimulus Kedua Segera Meluncur Antisipasi Pelambatan Ekonomi

Stimulus Kedua Segera Meluncur Antisipasi Pelambatan Ekonomi

Marketnews.id Melemahnya perekonomian dunia di pasti akan berdampak pada perekonomian nasional. Tanda tanda nya sudah mulai tampak. Dan Pemerintah tampaknya harus gerak cepat memberikan rangsangan buat dunia usaha dan pelaku bisnis agar dapat bergerak lebih leluasa mensiasati melemahnya perekonomian ke depan.

Seperti diketahui, Pemerintah tengah menyiapkan stimulus kedua untuk mengantisipasi dampak wabah virus corona. Stimulus kedua ini digunakan untuk memperlancar rantai pasok barang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk stimulus kedua ini akan lebih besar daripada stimulus pertama yang sudah dikucurkan pemerintah.

“Targetnya demikian (lebih dari Rp 10 triliun). Lebih dari stimulus pertama,” kata dia usai menghadiri rapat kerja di Kementerian Perdagangan, Rabu (4/3).

Lebih jauh Airlangga menjelaskan, ada delapan paket kebijakan yang disiapkan dalam stimulus tahap kedua ini. Empat paket kebijakan berkaitan dengan prosedural ekspor dan impor. Dan sisanya akan berkaitan dengan kebijakan fiskal.

Namun Airlangga belum merinci isi dari paket kebijakan tersebut. Namun, dia memastikan pemerintah akan mempermudah perizinan ekspor dan impor, mempermudah ekspor, hingga mengintegrasikan sistem perdagangan, perhubungan hingga bea cukai agar dokumentasi ekspor lebih terstandar.

Lebih lanjut, berbagai perizinan yang membutuhkan sertifikat khusus, seperti Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (COO) atau health certificate bisa dikeluarkan di titik-titik ekspor. Ini menjadi salah satu kemudahan yang ditawarkan pemerintah.

Tak hanya itu, Airlangga bilang akan memperluas insentif bagi impor bahan baku yang ditujukan untuk ekspor. Kemenko Perekonomian juga sedang mengkaji relaksasi perpajakan dari pajak penghasilan (PPh) atau bea masuk sehingga bahan baku tersebut bisa langsung dimanfaatkan untuk produksi. 

Insentif ini pun bertujuan untuk mendorong ekspor, tambahnya.

Sayangnya, Airlangga juga masih enggan menyebut kapan stimulus kedua ini akan diterbitkan. Dia hanya bilang, stimulus kedua ini sudah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo dan tengah dalam tahap finalisasi.

“Kami sedang dalam pembahasan, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama  bisa diumumkan ke publik,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, pemerintah sudah meluncurkan stimulus pertama berupa insentif fiskal sekitar Rp 10,3 triliun untuk sektor pariwisata, perumahan hingga bantuan sosial.

Copyright 2020. All rights reserved

Check Also

Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Raih Kenaikan Laba Bersih Di 2021 Jadi Rp 3,03 Triliun

Marketnews.is Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) catat debut pertamanya setelah merger dengan bank syariah milik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *