MarketNews.id- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mendapat restu pemegang saham untuk melakukan, perombakan jajaran direksi dan komisaris perusahaan.
Selain itu, LPKR juga mendapat restu pemegang saham untuk melakukan penarikan 20,7 juta lembar saham trasuri senilai Rp20,07 miliar yang berdampak pada penurunan modal ditempatkan menjadi Rp7,087 triliun.
Keputusan ini juga diharapkan memperkuat tata kelola dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
RUPSLB LPKR memutuskan untuk mengangkat Dewan Komisaris baru meliputi Prof Dr Ir Ginandjar Kartasasmita, Bambang Soesatyo, Theo L Sambuaga, Kin Chan, George Raymond Zage III, dan Ketut Budi Wijaya.
Selain itu LPKR mendapat restu RUPSLB untuk menarik kembali 20,7 juta saham treasuri untuk menyelesaikan status saham tersebut dan menata struktur permodalan perusahaan. Saham tersebut belum dapat dialihkan karena harga pasar belum memenuhi ketentuan pengalihan minimum, sehingga penarikan menjadi satu-satu solusi konkret.
Penarikan mencakup 20.700.600 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, total Rp2,07 miliar, yang menurunkan modal ditempatkan dari Rp7,09 triliun menjadi Rp7,087 triliun.
Perubahan ini memerlukan penyesuaian Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar serta persetujuan Menteri Hukum, dan LPKR akan menginformasikan keputusan tersebut kepada kreditur dengan memperhatikan hak mereka untuk mengajukan keberatan.
Dengan struktur modal yang lebih ramping, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi keuangan serta menambah kepercayaan pemangku kepentingan.
Sementara pergantian susunan Dewan Komisaris, termasuk pengunduran diri Anand Kumar dan penunjukan enam anggota baru, memperkuat mekanisme pengawasan dan pengelolaan LPKR.
Komposisi baru mencakup Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen Prof Dr Ir Ginandjar Kartasasmita, serta Komisaris Independen Bambang Soesatyo, Theo L Sambuaga, Kin Chan, George Raymond Zage III, dan Ketut Budi Wijaya. Sedangkan Presiden Direktur tetap Indra Yuwana didampingi Wakil Presiden Direktur Agus Arismunandar.
Keberlanjutan kepemimpinan eksekutif memungkinkan sinergi antara strategi operasional dan pengawasan independen, yang menurut pernyataan Indra Yuwana menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Dengan struktur komisaris yang lebih beragam dan independen, harapannya fungsi pengawasan dapat beroperasi lebih efektif, memperkuat tata kelola perusahaan dalam rangka mendukung rencana ekspansi jangka panjang.
Bagaimanakah kinerja LPKR di semester pertama 2026 ini menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan pra-penjualan sebesar Rp3,70 triliun yang mencakup 62 % dari target tahun ini, pendapatan mencapai Rp3,61 triliun, EBITDA naik 20 % menjadi Rp754 miliar, serta laba bersih setelah pajak sebesar Rp385 miliar.
Peningkatan EBITDA mencerminkan margin operasional yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba bersih yang kuat menegaskan profitabilitas perusahaan setelah pajak.
Bagi investor, indikator-indikator ini menandakan permintaan pasar yang kuat terhadap produk LPKR dan efektivitas strategi manajemen dalam mengoptimalkan profitabilitas. Secara keseluruhan, hasil keuangan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memberi dasar yang lebih kokoh untuk menilai valuasi dan prospek pertumbuhan perusahaan ke depan.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal