MarketNews.id-PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berhasil meraih rangkaian penghargaan bergengsi pada ajang
2025 Vision Awards Annual Report Competition yang diselenggarakan oleh League of American
Communications Professionals (LACP), atas keunggulan laporan tahunan BEI untuk tahun fiskal lalu.
Penghargaan yang diraih meliputi Platinum Award untuk keunggulan penyusunan laporan tahunan,
pengakuan sebagai salah satu dari Top 100 Reports Worldwide (peringkat ke-29) dan Top 100 Reports
Asia-Pacific Region (peringkat ke-15), serta salah satu dari Top 20 Indonesian Reports.
Selain itu, laporan tahunan BEI juga meraih Gold untuk kategori Most Engaging Report di tingkat regional Asia Pasifik dan Bronze untuk kategori yang sama di tingkat dunia, serta dianugerahi Technical Achievement Award atas keunggulan menyeluruh dalam seni dan metode komunikasi laporan tahunan.
Rangkaian penghargaan ini menegaskan komitmen BEI dalam menyajikan laporan tahunan yang
informatif, menarik, dan berkualitas tinggi sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik dan
pemangku kepentingan.
Sementara itu, sebanyak 45 Perusahaan Tercatat berpartisipasi dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan
secara virtual pada 7–11 September 2026 sebagai bagian dari peringatan 49 Tahun Diaktifkannya
Kembali Pasar Modal Indonesia.
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Self-Regulatory
Organization (SRO) yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi investor dan masyarakat untuk memperoleh informasi langsung dari
manajemen Perusahaan Tercatat mengenai kinerja, strategi, dan prospek bisnis perusahaan, sekaligus
memperkuat keterbukaan informasi dan komunikasi dengan investor.
Direktur Penilaian Perusahaan
BEI Saidu Solihin menekankan, bahwa keterbukaan informasi yang konsisten menjadi fondasi
membangun kepercayaan jangka panjang serta pasar modal Indonesia yang semakin berintegritas,
berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Sementara itu, Data perdagangan saham di BEI selama periode 7—11 September 2026 ditutup pada zona negatif.
Kapitalisasi pasar BEI mengalami perubahan sebesar 1,32 persen menjadi Rp11.446 triliun dari Rp11.599
triliun pada pekan lalu.
Kemudian, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami
perubahan 1,43 perse sehingga ditutup pada level 6.541,377 dari posisi 6.636,475 pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami perubahan yaitu sebesar 14,88 persen menjadi
Rp16,36 triliun dari Rp19,22 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian BEI
pekan ini turut mengalami perubahan sebesar 26,34 persen menjadi 36,09 miliar lembar saham dari 48,99
miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian juga
mengalami perubahan sebesar 7,07 persen menjadi 2,22 juta kali transaksi dari 2,39 juta kali transaksi pada
pekan lalu.
Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp690,19 triliun dan sepanjang
tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,415 triliun.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal