MarketNews.id-Partners Group, salah satu perusahaan investasi terbesar sovereign wealth fund asal Swiss mendapat mandat investasi private credit senilai USD1 dari Danantara untuk diinvestasikan di pasar private global.
Dana tersebut sebanyak USD600 juta akan dialokasikan untuk peluang direct lending. Sisanya USD400 juta menjadi tranche diskresioner yang dikelola Partners Group sekaligus untuk kebutuhan co-investment.
Investasi diatas akan difokuskan pada peluang direct lending di Asia, khususnya Indonesia, dengan tujuan menghasilkan imbal hasil sekaligus mendorong transfer pengetahuan ke dalam negeri.
Danantara, sovereign wealth fund Indonesia, memberikan mandat investasi private credit senilai US$1 miliar kepada manajer aset asal Swiss, Partners Group, menurut sejumlah sumber yang mengetahui transaksi tersebut. Investasi ini menjadi salah satu langkah terbesar Danantara dalam memperluas eksposurnya ke pasar privat global.
Sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, dari total mandat tersebut, US$600 juta akan digunakan untuk berinvestasi pada peluang direct lending.
Sementara itu, US$400 juta lainnya merupakan tranche diskresioner yang akan dikelola Partners Group sekaligus menjadi modal untuk investasi bersama atau co-investment.
Danantara mengonfirmasi investasinya pada bisnis private credit Partners Group, namun tidak mengungkapkan nilainya. Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut akan diarahkan pada peluang direct lending di Asia, terutama Indonesia.
Menurut Pandu Sjahrir, investasi tersebut diharapkan memberikan imbal hasil yang baik sekaligus memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Langkah ini, kata dia, sejalan dengan mandat Danantara untuk berinvestasi di Indonesia maupun pasar internasional, dengan modal yang pada akhirnya diharapkan kembali ke dalam negeri.
Perwakilan Partners Group menolak memberikan komentar.
Investasi tersebut menjadi sinyal terkuat sejauh ini bahwa Danantara, yang baru berusia sekitar 18 bulan dan merupakan salah satu proyek unggulan Presiden Prabowo Subianto, semakin memperluas strategi investasi guna mengakses industri private credit global yang kini bernilai sekitar US$1,8 triliun.
Tahun lalu, Danantara merekrut sejumlah mantan profesional investasi dari GIC Pte., sovereign wealth fund Singapura, untuk memimpin pengembangan portofolio pasar privat global.
Seperti diketahui, Danantara mengawasi ratusan badan usaha milik negara ( BUMN ) dan mengelola aset yang menurut pejabat pemerintah bernilai sekitar US$900 miliar.
Pada Juni, Danantara menghimpun US$1,5 miliar melalui penerbitan obligasi internasional pertamanya dan sejak itu semakin aktif berinvestasi pada aset di luar Indonesia.
Awal bulan ini, Danantara juga menyepakati investasi US$2,5 miliar ke perusahaan patungan yang menaungi operasi JBS NV di Australia dan Selandia Baru. JBS merupakan perusahaan pengolahan daging terbesar di dunia.
Langkah Danantara tersebut mengikuti tren sejumlah sovereign wealth fund global yang meningkatkan alokasi dana ke pasar privat.
Indonesia Investment Authority (INA) sebelumnya juga menyatakan minat untuk melakukan co-funding dengan manajer private credit regional dan global maupun sovereign wealth fund lainnya.
Partners Group mengumumkan mandat senilai US$1 miliar tersebut pada awal bulan ini tanpa menyebut identitas investor institusionalnya. Saat itu, perusahaan mengatakan mandat tersebut akan digunakan untuk membiayai peluang senior dan junior direct lending di kawasan Asia-Pasifik melalui struktur open-ended evergreen.
Partners Group juga menyatakan tengah mencari lebih banyak peluang investasi di Asia seiring para klien berupaya melakukan diversifikasi dari pasar Amerika Serikat.
MarketNews.id Media Investasi dan Pasar Modal