Home / Otoritas / Bursa Efek Indonesia / IHSG Ditutup Turun Hari Ini Ke Level 6.174

IHSG Ditutup Turun Hari Ini Ke Level 6.174

MarketNews.id-Perdagangan saham hari ini diwarnai dengan perpindahan portofolio yang dimiliki oleh investor asing.

Aktifitas investor asing kali ini lebih condong pada penyesuaian portofolio di tengah tekanan pasar global dan ketidakpastian ekonomi domestik.

Berdasarkan catatan perdagangan, net foreign sell tercatat Rp293,41 miliar di sesi pertama perdagangan hari ini. Aksi jual terbesar pada saham Bank Mandiri, Chandra Asri Dan Buana Lintas Lautan.

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup melemah 0,36% pada Senin 27 Juli 2026, berakhir di level 6.174 setelah investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 293,41 miliar di sesi pertama perdagangan.

Sementara itu, investor asing masih membeli bersih saham Merdeka Gold Resources senilai Rp 116,86 miliar dan Bank Central Asia Rp 70,30 miliar, menandai pergeseran alokasi portofolio.

Volume transaksi mencapai sekitar 16-17 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 7,08-7,10 triliun.

Investor asing menjual bersih secara signifikan karena penyesuaian portofolio di tengah tekanan pasar global dan ketidakpastian ekonomi domestik.

Menurut data, net foreign sell tercatat Rp 293,41 miliar pada sesi pertama, dengan nilai jual Rp 2,47 triliun melampaui nilai beli Rp 2,17 triliun. Aksi jual terbesar terjadi pada saham Bank Mandiri senilai Rp 135,65 miliar, diikuti Chandra Asri dan Buana Lintas Lautan.

Sementara besarnya outflow mencerminkan keengganan investor asing untuk mempertahankan eksposur pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sedang tertekan.

Akibatnya, likuiditas pasar terpengaruh, meski total volume transaksi tetap tinggi, menandakan aktivitas jual beli yang intens.

Sementara penjualan besar pada saham perbankan menurunkan IHSG karena  saham BARU dan BBCA memiliki bobot signifikan dalam indeks.

Penurunan  pada Bank Mandiri menyumbang penurunan 2,76 poin, sementara BBCA menurunkan indeks sebesar 2,49 poin. Sektor finansial secara keseluruhan melemah 0,22% pada sesi tersebut.

Penurunan harga saham-saham utama perbankan menambah tekanan jual pada indeks, memperlemah sentimen investor terhadap sektor keuangan.

Hal ini berpotensi menurunkan nilai portofolio investasi domestik yang banyak mengandung saham perbankan, sekaligus meningkatkan volatilitas pada hari-hari berikutnya.

Pembelian bersih pada Merdeka Gold Resources dan BBCA menunjukkan bahwa investor asing masih melihat peluang relatif aman di sektor tambang dan bank blue-chip.

Data dari CNBC Indonesia menunjukkan, bahwa Merdeka Gold Resources menerima net buy Rp 116,86 miliar, sementara BBCA memperoleh Rp 70,30 miliar dalam pembelian bersih.

Gold biasanya menjadi aset safe-haven saat pasar bergejolak, sehingga peningkatan kepemilikan mengindikasikan upaya lindung nilai terhadap risiko.

Di sisi lain, BBCA tetap menarik karena fundamental yang kuat, memberikan dukungan bagi sektor keuangan meski tekanan jual pada bank lain.

Kombinasi ini menandakan pergeseran alokasi ke saham dengan profil risiko lebih stabil, yang dapat menstabilkan indeks dalam jangka pendek.

Check Also

Danantara Targetkan Seluruh Direksi Dan CEO BUMN Akan Di isi Oleh Talenta Internal

MarketNews.id-Danantara memproyeksikan dalam beberapa tahun mendatang, direksi hingga CEO BUMN akan dipimpin oleh sumber daya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *